KEISLAMAN

Mudahnya Pamer di Zaman Sekarang dan Pandangan Islam terhadap Riya

Yahya Sukamdani| Kamis, 30/10/2025
Jaga niat, hindari riya’, karena keikhlasan lebih berharga dari sekadar pengakuan. Ilustrasi foto riya pamer harta

Terasmuslim.com - Di era media sosial, perilaku pamer menjadi semakin mudah dan sering kali tidak disadari. Segala hal mulai dari makanan, pakaian, hingga ibadah dapat dengan cepat dipublikasikan demi mendapat pengakuan. Dalam Islam, tindakan seperti ini dikenal dengan istilah riya’, yaitu melakukan suatu amal bukan karena Allah, melainkan untuk dilihat atau dipuji manusia. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an, “Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, yang berbuat riya’” (QS. Al-Ma’un: 4–6). Ayat ini menjadi peringatan bahwa riya’ dapat merusak amal ibadah seseorang.

Rasulullah SAW juga menegaskan bahaya riya’ dalam sebuah hadis: “Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil.” Para sahabat bertanya, “Apakah syirik kecil itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Riya’.” (HR. Ahmad). Hadis ini menjelaskan bahwa pamer atau riya’ tergolong syirik kecil karena menodai keikhlasan beribadah kepada Allah. Meskipun tampak sepele, riya’ menjauhkan manusia dari nilai keimanan yang murni dan membuat amal yang dilakukan tidak diterima di sisi Allah.

Islam mendorong umatnya untuk menjaga niat dalam setiap perbuatan. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam konteks zaman digital, seorang muslim perlu berhati-hati saat membagikan aktivitasnya di media sosial. Jika niatnya untuk memberi inspirasi dan menebar kebaikan, maka insya Allah bernilai ibadah. Namun, jika hanya untuk menunjukkan kehebatan diri, maka termasuk dalam kategori riya’.

Riya’ dapat dihindari dengan memperbanyak introspeksi dan mengingat bahwa penilaian terbaik hanya berasal dari Allah SWT. Menyembunyikan amal saleh, bersedekah secara diam-diam, serta berdoa tanpa ingin dipuji manusia merupakan cara untuk menjaga keikhlasan. Allah berfirman: “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus.” (QS. Al-Bayyinah: 5). Dengan demikian, meski zaman memudahkan manusia untuk pamer, seorang muslim sejati hendaknya tetap menjaga hatinya dari riya’ dan menempatkan niat semata-mata karena Allah.

Baca juga :
TAGS : pamer di media sosial riya dalam Islam

Terkini