KEISLAMAN

Kita Hanya Menyampaikan, Bukan Mengubah Paksa Orang Lain

Yahya Sukamdani| Rabu, 29/10/2025
Kewajiban seorang Muslim hanyalah menyampaikan kebenaran dengan hikmah, bukan memaksa perubahan hati orang lain. Ilustrasi dakwah

Terasmuslim.com - Dalam Islam, tugas seorang Muslim hanyalah menyampaikan kebenaran, bukan memaksa orang lain untuk menerima hidayah. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Ghashiyah ayat 21–22: “Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan. Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka.” Ayat ini menegaskan bahwa kewajiban seorang da’i atau penyampai kebaikan hanyalah menyampaikan pesan Allah dengan hikmah dan kesabaran, sementara urusan hidayah sepenuhnya berada di tangan Allah.

Rasulullah SAW pun menjadi teladan dalam hal ini. Meskipun beliau adalah manusia paling mulia, tidak semua orang di masa beliau menerima ajaran Islam. Allah SWT berfirman kepada Nabi dalam QS. Al-Qashash ayat 56: “Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak dapat memberi hidayah kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah-lah yang memberi hidayah kepada siapa yang Dia kehendaki.” Ini menunjukkan bahwa bahkan Nabi tidak memiliki kuasa untuk mengubah hati seseorang, melainkan hanya menjalankan amanah dakwah dengan penuh kasih dan ketulusan.

Memaksa orang lain untuk berubah bukanlah ajaran Islam. Dalam QS. Al-Baqarah ayat 256 ditegaskan: “Tidak ada paksaan dalam (memeluk) agama.” Islam menghargai kebebasan hati dan kehendak manusia, sebab iman sejati lahir dari kesadaran, bukan tekanan. Seorang Muslim yang menyampaikan kebaikan hendaknya melakukannya dengan adab, kelembutan, dan contoh nyata dalam perilaku, bukan dengan kemarahan atau paksaan yang justru menjauhkan orang dari kebenaran.

Maka, tugas kita hanyalah menebar kebenaran dengan sabar dan ikhlas. Hidayah adalah hak prerogatif Allah SWT. Orang yang tulus menyampaikan akan tetap mendapat pahala, meski pesan kebaikannya belum diterima. Rasulullah SAW bersabda: “Sampaikanlah dariku walau satu ayat.” (HR. Bukhari). Artinya, nilai dakwah tidak diukur dari hasil, tetapi dari kesungguhan niat dan usaha menyampaikan kebenaran.

TAGS : dakwah Islami hidayah dari Allah menyampaikan kebenaran

Terkini