
Ilustrasi foto tujuan hidup
Terasmuslim.com - Dalam Islam, meninggalkan tuntunan Allah dan Rasul-Nya berarti menjauh dari jalan keselamatan. Al-Qur’an menegaskan dalam Surah Thaha ayat 124: “Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” Ayat ini menggambarkan bahwa kehidupan tanpa petunjuk Allah akan dipenuhi kesempitan, kegelisahan, dan kehilangan arah. Tuntunan Allah ibarat cahaya yang menuntun manusia keluar dari kegelapan menuju kehidupan yang bermakna.
Rasulullah ﷺ pun memperingatkan umatnya agar berpegang teguh pada sunnah. Beliau bersabda, “Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara, kalian tidak akan tersesat selama berpegang teguh kepada keduanya: Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya.” (HR. Malik). Hadis ini menegaskan bahwa keselamatan hidup di dunia dan akhirat bergantung pada sejauh mana seseorang mengikuti Al-Qur’an dan sunnah. Meninggalkan tuntunan ini sama artinya dengan membuka pintu kesesatan dan kehancuran moral.
Akibat meninggalkan tuntunan tidak hanya dirasakan secara spiritual, tetapi juga sosial. Ketika manusia menjauh dari nilai-nilai Islam seperti keadilan, kejujuran, dan kasih sayang, maka muncullah kerusakan di berbagai aspek kehidupan. Allah berfirman dalam Surah Ar-Rum ayat 41: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia...” Hal ini menunjukkan bahwa hilangnya tuntunan ilahi membawa dampak buruk bagi tatanan masyarakat dan lingkungan.
Oleh karena itu, kembali kepada tuntunan Al-Qur’an dan sunnah adalah jalan satu-satunya untuk memperbaiki diri dan kehidupan. Islam bukan sekadar ajaran, tetapi pedoman lengkap yang menjamin kebahagiaan dunia dan akhirat.