KEISLAMAN

Kekayaan Sejati Menurut Islam

Yahya Sukamdani| Selasa, 28/10/2025
Kekayaan bukan di tangan, tapi di hati yang merasa cukup dan bersyukur. Ilustrasi hati sebagai pengingat

Terasmuslim.com - Dalam pandangan Islam, kekayaan sejati tidak diukur dari banyaknya harta atau kemewahan dunia, melainkan dari ketenangan hati dan kecukupan jiwa. Rasulullah ﷺ bersabda, “Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta benda, tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan jiwa.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menegaskan bahwa seseorang yang merasa cukup dengan apa yang dimilikinya, meski sedikit, lebih kaya dibanding mereka yang tidak pernah puas. Kekayaan hati melahirkan ketenangan, sementara ketamakan justru menimbulkan kemiskinan batin.

Al-Qur’an juga mengajarkan bahwa semua harta hanyalah titipan yang akan dimintai pertanggungjawaban. Allah berfirman dalam Surah Al-Hadid ayat 7: “Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya.” Ayat ini menegaskan bahwa manusia bukan pemilik sejati harta, melainkan hanya pengelola. Kekayaan sejati terletak pada kemampuan seseorang menggunakan hartanya di jalan yang diridhai Allah, seperti sedekah, zakat, dan menolong sesama.

Dalam Islam, kekayaan duniawi bukanlah hal yang tercela selama tidak membuat manusia lalai dari ibadah. Rasulullah ﷺ hidup sederhana meskipun memiliki akses terhadap harta umat. Beliau menjadikan harta sebagai alat, bukan tujuan. Orang yang menjadikan dunia sebagai sarana untuk mendekat kepada Allah akan mendapat kebahagiaan yang hakiki. Sebaliknya, mereka yang menjadikan dunia sebagai tujuan hidup akan terus merasa kurang dan gelisah.

Kekayaan sejati adalah iman, ilmu, dan akhlak yang menjadi sumber keberkahan hidup. Hati yang tenang, pikiran yang bersyukur, dan jiwa yang ridha adalah tanda seseorang benar-benar kaya menurut pandangan Islam.

Baca juga :
TAGS : kekayaan sejati kaya hati harta titipan

Terkini