
Ilustrasi - ini penghuni neraka sijjin dalam riwayat Al-Qur`an (Foto: Ist)
Jakarta, Terasmuslim.com - Dalam ajaran Islam, Sijjin (سِجِّين) disebut sebagai tempat yang paling mengerikan di akhirat.
Ia digambarkan sebagai lapisan paling bawah dari neraka Jahanam, tempat berkumpulnya roh orang-orang kafir, munafik, dan pelaku dosa besar yang hidup dalam kezaliman di dunia.
Istilah Sijjin disebut secara jelas dalam Al-Qur`an, surah Al-Mutaffifin ayat 7–9:
كَلَّا إِنَّ كِتَابَ الْفُجَّارِ لَفِي سِجِّينٍ وَمَا أَدْرَاكَ مَا سِجِّينٌ كِتَابٌ مَرْقُومٌ
"Sekali-kali tidak! Sesungguhnya catatan orang-orang durhaka itu benar-benar tersimpan dalam Sijjin. Tahukah kamu apakah Sijjin itu? (Yaitu) kitab yang bertulis jelas." (QS. Al-Mutaffifin: 7–9)
Ayat ini menjadi dasar pemahaman para ulama bahwa Sijjin adalah tempat penyimpanan catatan amal buruk dan sekaligus tempat siksaan bagi orang-orang yang durhaka kepada Allah SWT.
Makna dan Letak Sijjin
Menurut tafsir Ibnu Katsir, Sijjin berasal dari kata sijjīn yang berarti “penjara yang sangat sempit dan dalam.” Beberapa ulama menyebut bahwa Sijjin berada di lapisan bumi paling bawah, tepat di bawah neraka Jahanam. Di sanalah roh orang-orang kafir dikumpulkan setelah kematian, menanti hari pembalasan yang kekal.
Sementara itu, Imam Al-Qurthubi menjelaskan bahwa Sijjin adalah tempat berkumpulnya roh-roh jahat dan catatan amal buruk mereka. Catatan tersebut berisi seluruh keburukan yang dilakukan manusia selama hidupnya tanpa ada yang tersembunyi sedikit pun.
Sijjin dihuni oleh orang-orang yang dalam hidupnya:
1. Berbuat zalim dan menolak kebenaran,
2. Sombong dan menolak peringatan Allah,
3. Menipu manusia dengan harta dan jabatan,
4. Riyaa’ dalam beribadah (beramal bukan karena Allah),
5. Dan orang-orang kafir yang secara terang-terangan menentang ajaran Islam.
Rasulullah SAW juga bersabda dalam sebuah hadits riwayat Tirmidzi:
إِنَّ أَهْلَ النَّارِ الَّذِينَ هُمْ أَهْلُهَا لَا يَمُوتُونَ فِيهَا وَلَا يَحْيَوْنَ
“Sesungguhnya penghuni neraka yang benar-benar menjadi penghuninya tidak akan mati di dalamnya dan tidak pula hidup.” (HR. Tirmidzi no. 2598)
Hadits ini menggambarkan betapa beratnya azab yang menimpa para penghuni Sijjin, karena mereka kekal dalam penderitaan tanpa dapat merasakan hidup ataupun mati.
Keberadaan Sijjin bukan hanya menjadi peringatan tentang kerasnya siksa bagi orang fasik, tetapi juga sebagai peringatan agar umat Islam memperbaiki niat dan amal. Banyak orang beribadah namun disertai riya’, iri hati, dan kezaliman kepada sesama — hal-hal yang justru dapat menjerumuskan ke dalam Sijjin.
Dengan memahami hakikat Sijjin, setiap muslim diingatkan untuk menegakkan keikhlasan dalam ibadah, menjauhi dosa besar, serta memperbanyak amal yang membawa rahmat dan ampunan Allah SWT.
TAGS : Info Keislaman Neraka Keberadaan Sijjin Golongan Sijjin