
Ilustrasi - Memperbanyak berdzikir jadi salah satu amalan sunnah (FOTO: INSIDER)
Terasmuslim.com - Dzikir secara bahasa berarti “mengingat”. Dalam konteks Islam, dzikir bermakna mengingat Allah ﷻ dengan hati, lisan, dan perbuatan. Dzikir bukan sekadar ucapan tasbih, tahmid, atau takbir, melainkan wujud kesadaran penuh seorang hamba atas kehadiran Allah dalam setiap langkah kehidupannya. Allah ﷻ berfirman:
“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
(QS. Ar-Ra’d: 28)
Ayat ini menegaskan bahwa dzikir adalah sumber ketenangan dan kekuatan batin bagi setiap mukmin.
Rasulullah ﷺ sangat menganjurkan umatnya untuk memperbanyak dzikir dalam berbagai keadaan. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan, “Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Tuhannya dan yang tidak berdzikir, seperti orang hidup dan orang mati.” Dzikir menghidupkan hati yang kering dari iman dan menjaga hubungan antara hamba dengan Sang Pencipta. Orang yang senantiasa berdzikir akan merasa dekat dengan Allah, selalu bersyukur, dan lebih mudah menjauhi perbuatan maksiat.
Keutamaan dzikir juga terlihat dari janjinya yang besar di sisi Allah. Dalam hadis lain, Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa yang banyak berdzikir kepada Allah, maka Allah akan mencintainya.” (HR. Ahmad). Dzikir tidak hanya membawa pahala besar, tetapi juga menjadi pelindung dari rasa gelisah, kesedihan, dan godaan setan. Ia menjadi tameng spiritual yang menenangkan jiwa dan membersihkan hati dari kesombongan.
Dengan berdzikir, seorang muslim meneguhkan tauhid dan mengakui bahwa segala urusan hidup bergantung pada Allah. Dzikir dapat dilakukan kapan saja setelah shalat, saat bekerja, bahkan dalam kesendirian. Semakin sering lidah dan hati berdzikir, semakin ringan langkah seseorang menuju ketenangan dan keberkahan hidup.
TAGS : keutamaan dzikir mengingat Allah amalan harian muslim