KEISLAMAN

Inilah Kesalahan Wudhu yang Sering Diabaikan

Vaza Diva Fadhillah Akbar| Kamis, 23/10/2025
Wudhu merupakan salah satu syarat sah ibadah seperti salat Ilustrasi - orang yang berwudhu (Foto: Ist)

Jakarta, Terasmuslim.com - Wudhu merupakan salah satu syarat sah ibadah seperti salat. Tanpa wudhu yang benar, ibadah seseorang bisa dianggap tidak sah, meskipun dilakukan dengan penuh kekhusyukan.

Namun dalam praktiknya, masih banyak umat Muslim yang tanpa sadar melakukan kesalahan kecil saat berwudhu, yang justru dapat membatalkan wudhu dan menggugurkan keabsahan ibadahnya.

Wudhu bukan hanya sekadar membasuh anggota tubuh, melainkan juga bentuk penyucian diri lahir dan batin. Dalam ajaran Islam, wudhu menjadi simbol kesiapan seorang Muslim untuk menghadap Allah SWT dengan hati yang bersih dan tubuh yang suci. Karena itu, menjaga kesucian wudhu adalah bagian penting dari kesempurnaan ibadah.

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah tidak meratakan air ke seluruh anggota wudhu. Banyak orang yang tergesa-gesa sehingga ada bagian tubuh yang tidak terkena air, seperti sela-sela jari, tumit, atau bagian siku.

Baca juga :

Padahal, Rasulullah SAW memperingatkan keras dalam sebuah hadis:

وَيْلٌ لِلْأَعْقَابِ مِنَ النَّارِ
“Celakalah bagi tumit-tumit yang tidak terkena air (saat berwudhu).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menegaskan pentingnya kehati-hatian dan ketelitian dalam berwudhu agar seluruh bagian yang diperintahkan benar-benar terbasuh air.

Selain itu, hadats kecil seperti buang angin, buang air kecil atau besar, tidur nyenyak, serta menyentuh kemaluan dengan telapak tangan tanpa pembatas juga termasuk hal-hal yang membatalkan wudhu.

Banyak pula yang keliru mengira bahwa menyentuh lawan jenis secara tidak sengaja otomatis membatalkan wudhu, padahal hal tersebut masih menjadi perbedaan pendapat di antara para ulama dan bergantung pada mazhab yang dianut.

Kesalahan lain yang tak kalah penting adalah tidak menjaga kesucian wudhu hingga waktu salat tiba, seperti melakukan hal-hal yang bisa menimbulkan hadats kembali setelah berwudhu.

Menjaga wudhu bukan hanya perkara fisik, tetapi juga termasuk menjaga diri dari perbuatan yang mengurangi nilai kesucian dan kekhusyukan ibadah.

Rasulullah SAW juga menegaskan dalam sebuah hadis lain bahwa salat tidak akan diterima tanpa bersuci:

لَا تُقْبَلُ صَلَاةٌ بِغَيْرِ طُهُورٍ
“Tidak akan diterima salat seseorang tanpa bersuci.” (HR. Muslim)

Hadis ini menegaskan bahwa bersuci, termasuk wudhu yang benar adalah syarat mutlak diterimanya salat.

Dengan memahami dan menghindari kesalahan yang dapat membatalkan wudhu, umat Islam dapat melaksanakan ibadah dengan lebih sempurna dan penuh kesadaran.

Karena wudhu bukan hanya membersihkan tubuh dari kotoran, tetapi juga menyucikan hati dari dosa, mempersiapkan seorang hamba untuk berdialog dengan Tuhannya dalam keadaan yang paling suci.

TAGS : Info Keislaman Wudhu Syarat Sah Membatalkan Sholat

Terkini