KEISLAMAN

Berbakti kepada Orang Tua yang Musyrik Menurut Pandangan Islam

Yahya Sukamdani| Kamis, 23/10/2025
Islam mengajarkan keseimbangan antara keteguhan iman dan akhlak mulia. Ilustrasi berbakti kepada orang tua

Terasmuslim.com - Dalam Islam, berbakti kepada orang tua (birrul walidain) adalah kewajiban besar yang menempati posisi sangat tinggi setelah kewajiban menyembah Allah SWT. Namun, bagaimana jika orang tua belum beriman atau bahkan musyrik? Apakah seorang anak tetap wajib berbakti kepada mereka?

Allah SWT menjelaskan hal ini secara tegas dalam Surah Luqman ayat 14–15: “Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya... Tetapi jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, maka janganlah engkau mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.”

Ayat ini menunjukkan bahwa berbuat baik kepada orang tua tetap wajib, meskipun mereka musyrik. Namun, ketaatan tidak berlaku dalam urusan kemusyrikan atau perintah yang bertentangan dengan syariat.

Artinya, seorang anak tidak boleh mengikuti ajakan orang tua untuk menyekutukan Allah, tetapi ia tetap harus menghormati, menyayangi, dan memperlakukan mereka dengan lemah lembut.

Rasulullah SAW juga menegaskan pentingnya berbuat baik kepada orang tua, tanpa membedakan status keimanan. Dalam sebuah riwayat disebutkan: “Selama mereka (orang tua) masih hidup, berbaktilah kepada keduanya, sekalipun mereka belum beriman. Pergaulilah mereka dengan baik.” (HR. Bukhari, dari Asma’ binti Abu Bakar)

Asma’ binti Abu Bakar RA pernah bertanya kepada Nabi SAW tentang ibunya yang musyrik dan datang untuk meminta bantuan. Rasulullah SAW bersabda: "Hubungilah ibumu dan berbuat baiklah kepadanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menjadi dasar kuat bahwa berbakti kepada orang tua musyrik tetap wajib selama tidak mengikuti kemusyrikan mereka.

Para ulama sepakat bahwa seorang anak tetap wajib berbuat baik, menghormati, dan membantu orang tua musyrik dalam urusan dunia, seperti nafkah, perhatian, dan pelayanan.

  • Imam Al-Qurtubi menjelaskan bahwa ayat Luqman 15 menegaskan dua hal sekaligus: larangan taat dalam kemusyrikan, dan perintah berbuat baik dalam urusan duniawi.
  • Ibn Katsir menambahkan bahwa berbakti kepada orang tua musyrik adalah bentuk dakwah halus cara menunjukkan akhlak Islam tanpa menyakiti hati mereka.

Batas ketaatan terhadap orang tua musyrik adalah ketika mereka memerintahkan sesuatu yang bertentangan dengan tauhid. Dalam hal itu, anak wajib menolak dengan cara yang sopan dan penuh hormat, sebagaimana firman Allah: “Janganlah engkau mengikuti keduanya...” (Luqman: 15)

Namun, di luar urusan akidah, anak tetap harus memenuhi hak-hak mereka berbicara lembut, memberi nafkah, menjaga silaturahmi, dan mendoakan agar mereka mendapat hidayah.

TAGS : dakwah lewat perilaku birrul walidain dalam Islam

Terkini