KEISLAMAN

Hukum Adzan di Telinga Bayi yang Baru Lahir

Yahya Sukamdani| Senin, 20/10/2025
Mengumandangkan adzan di telinga bayi yang baru lahir bukan kewajiban, namun termasuk amalan baik yang diperbolehkan. Ilustrasi foto bayi diadzankan

Terasmuslim.com - Salah satu tradisi yang sering dilakukan umat Islam saat menyambut kelahiran bayi adalah mengumandangkan adzan di telinga kanan dan iqamah di telinga kiri bayi yang baru lahir. Banyak yang meyakini hal ini sebagai sunnah Rasulullah ﷺ, agar kalimat pertama yang didengar oleh seorang anak adalah seruan tauhid. Namun, bagaimana hukum dan dasar praktik ini menurut dalil yang sahih?

Diriwayatkan dari Abu Rafi’, ia berkata:

“Aku melihat Rasulullah ﷺ mengumandangkan adzan di telinga Hasan bin Ali ketika Fathimah melahirkannya.”
(HR. Abu Dawud, Tirmidzi)

Hadis ini sering dijadikan dasar anjuran untuk mengadzani bayi yang baru lahir. Namun, para ulama berbeda pendapat tentang derajat kesahihannya. Sebagian menilai hadis ini hasan, sebagian lainnya dhaif (lemah) karena kelemahan dalam sanadnya.

Baca juga :

Meski begitu, para ulama seperti Imam An-Nawawi dan Ibnul Qayyim tetap memandang amalan ini tidak bertentangan dengan syariat dan boleh dilakukan selama diniatkan sebagai bentuk doa dan pengharapan kebaikan, bukan sebagai kewajiban.

Tujuan adzan di telinga bayi bukan semata ritual, tetapi memiliki makna spiritual mendalam: memperkenalkan kalimat tauhid sejak lahir, menanamkan nilai iman dalam jiwa anak, serta menjadi doa agar anak tumbuh dalam ketaatan kepada Allah ﷻ.

Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur.”
(QS. An-Nahl: 78)

Ayat ini menunjukkan bahwa pendengaran adalah anugerah pertama yang diaktifkan saat lahir. Karena itu, memperdengarkan kalimat yang mengandung dzikir kepada Allah merupakan bentuk pengasuhan spiritual sejak dini. Hukum adzan di telinga bayi tidak wajib, tetapi diperbolehkan sebagai amalan yang baik (sunnah hasanah) selama diniatkan untuk kebaikan. Tidak ada dalil kuat yang mewajibkan atau menjadikannya syarat keberkahan anak, namun amalan ini tetap dianjurkan oleh sebagian ulama karena makna simbolis dan doa yang terkandung di dalamnya.

TAGS : Aktif dengar lahir dzikir bayi

Terkini