KEISLAMAN

Sebaik-Baik Amalan di Sisi Allah, Bukan Banyaknya Tapi Keikhlasannya

Yahya Sukamdani| Kamis, 16/10/2025
Sebaik-baik amalan di sisi Allah adalah yang dilakukan dengan ikhlas, sesuai tuntunan, dan bermanfaat bagi sesama. Ilustrasi foto ikhlas

Terasmuslim.com - Dalam Islam, ukuran kebaikan amal tidak hanya ditentukan oleh besarnya perbuatan, tetapi oleh ketulusan niat dan kesesuaian dengan tuntunan syariat. Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an, “Barang siapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya.” (QS. Al-Kahfi: 110). Ayat ini menegaskan bahwa amalan terbaik adalah amal yang dilakukan dengan niat tulus semata karena Allah dan tidak tercampur riya.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat hati dan amal kalian.” (HR. Muslim). Hadis ini menunjukkan bahwa yang paling bernilai di sisi Allah adalah keikhlasan dalam beramal. Sebaik-baik amalan bukanlah yang paling terlihat besar di mata manusia, melainkan yang paling murni niatnya karena Allah semata.

Dalam riwayat lain, Rasulullah ﷺ bersabda, “Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan terus-menerus meskipun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim). Konsistensi dan ketulusan menjadi kunci agar sebuah ibadah bernilai tinggi di sisi Allah. Karena itu, setiap Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amal yang membawa manfaat dan dilakukan dengan penuh keikhlasan baik dalam salat, sedekah, menolong sesama, maupun pekerjaan sehari-hari.

Sebaik-baik amalan juga mencakup kebaikan sosial, seperti menjaga silaturahmi, berbuat adil, serta memberi manfaat bagi orang lain. Sebab, Rasulullah ﷺ bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad). Artinya, amal terbaik bukan hanya mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga membawa kebaikan bagi sesama.

Baca juga :
TAGS : Islam amal Muslim hati syariat

Terkini