KEISLAMAN

Makanlah dari Sumber yang Baik, Bukan Sekadar Mengenyangkan

Yahya Sukamdani| Kamis, 16/10/2025
Islam mengajarkan bahwa makanan yang halal dan baik menjadi kunci keberkahan hidup. Ilustrasi halal haram dalam Islam

Terasmuslim.com - Dalam Islam, perintah untuk mengonsumsi makanan yang halal dan baik (thayyib) bukan sekadar soal kesehatan jasmani, tetapi juga berkaitan erat dengan kebersihan hati dan diterimanya amal ibadah seseorang. Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an, “Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 168).

Ayat tersebut menegaskan bahwa makanan yang dikonsumsi seorang Muslim harus memenuhi dua kriteria: halal secara hukum dan baik (thayyib) secara kualitas. Halal berarti diperbolehkan secara syariat, sedangkan thayyib berarti bersih, bergizi, dan tidak merusak tubuh maupun akhlak. Bahkan, Nabi Muhammad ﷺ mengingatkan, “Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik.” (HR. Muslim).

Rasulullah ﷺ juga menjelaskan bahwa seseorang yang berdoa dengan sungguh-sungguh tidak akan dikabulkan apabila makanannya, minumannya, dan pakaiannya berasal dari yang haram. Ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga sumber rezeki dan makanan yang masuk ke tubuh kita, sebab pengaruhnya tidak hanya fisik, tetapi juga spiritual.

Makanan yang halal dan baik menumbuhkan keberkahan dalam hidup. Sebaliknya, makanan yang diperoleh dari hasil curang, korupsi, atau usaha yang dilarang akan menjadi sebab hilangnya ketenangan dan tertolaknya doa. Oleh karena itu, seorang Muslim hendaknya berhati-hati memilih makanan serta memastikan sumber penghasilannya bersih dari hal-hal yang haram.

Baca juga :
TAGS : Makanan halal baik berkah Islam hati ibadah

Terkini