
Ilustrasi sebab syirik
Terasmuslim.com - Syirik dalam ketaatan terjadi ketika seseorang lebih mendahulukan perintah atau keinginan makhluk dibandingkan perintah Allah ﷻ. Ini bukan hanya menyembah selain Allah secara fisik, tetapi juga bentuk pengagungan batin yang berlebihan kepada manusia, hawa nafsu, atau kekuasaan. Allah berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 31: “Mereka menjadikan orang-orang alim dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah...” Ayat ini menegaskan bahwa menaati manusia dalam hal yang bertentangan dengan perintah Allah termasuk bentuk syirik dalam ketaatan.
Rasulullah ﷺ menjelaskan hal ini dalam sabdanya ketika ditanya tentang makna ayat tersebut. Beliau bersabda: “Bukankah mereka menghalalkan apa yang Allah haramkan dan kalian mengikutinya? Itulah bentuk ibadah kepada mereka.” (HR. Tirmidzi). Artinya, ketika seseorang lebih tunduk kepada aturan manusia yang jelas-jelas menentang syariat, maka ia telah menjadikan manusia itu sebagai tandingan bagi Allah dalam ketaatan.
Islam menuntun umatnya untuk taat kepada pemimpin, guru, atau orang tua, selama tidak bertentangan dengan hukum Allah. Nabi ﷺ bersabda: “Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam hal maksiat kepada Sang Pencipta.” (HR. Ahmad). Prinsip ini menjadi benteng agar ketaatan tetap berada di jalan tauhid dan tidak tergelincir dalam syirik yang halus.