
Ilustrasi wanita interaksi dengan laki-laki
Terasmuslim.com - Islam tidak pernah menempatkan wanita sebagai sumber keburukan, namun mengingatkan bahwa godaan syahwat bisa menjadi ujian berat termasuk bagi orang saleh atau ulama sekalipun. Allah ﷻ berfirman dalam Surah Ali Imran ayat 14: “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan ﷺah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” Ayat ini menegaskan bahwa wanita adalah salah satu fitnah dunia, namun bukan berarti mereka penyebab keburukan, melainkan ujian bagi laki-laki yang lemah imannya.
Rasulullah ﷺ pun bersabda: “Tidak aku tinggalkan fitnah yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki setelahku selain fitnah wanita.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menjadi peringatan agar laki-laki, termasuk para ulama dan penuntut ilmu, senantiasa menjaga pandangan, kehormatan, dan hati dari godaan yang bisa menjerumuskan pada maksiat. Bahkan, ulama yang memiliki ilmu tinggi tetap manusia biasa yang bisa tergelincir jika tidak menjaga diri.
Namun, Islam tidak menyalahkan wanita sebagai penyebab kerusakan moral. Setiap manusia bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Allah ﷻ menegaskan dalam Surah Al-Isra ayat 36: “Janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya; sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.” Artinya, yang rusak bukan karena wanita, tetapi karena lemahnya iman dan kendali diri seseorang terhadap hawa nafsunya.