
Ilustrasi zakat (foto:suara)
Terasmuslim.com - Zakat adalah rukun Islam ketiga yang wajib ditunaikan oleh setiap Muslim yang telah memenuhi syarat. Allah ﷻ berfirman: “Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat” (QS. Al-Baqarah: 43). Perintah ini menunjukkan bahwa zakat memiliki kedudukan penting dalam menyempurnakan ibadah seorang Muslim. Zakat bukan sekadar kewajiban sosial, tetapi juga bentuk penyucian harta dan jiwa, sebagaimana firman Allah: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka” (QS. At-Taubah: 103).
Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa zakat wajib dikeluarkan dari harta yang telah mencapai nisab dan haul, seperti emas, perak, hasil pertanian, hewan ternak, dan harta perdagangan. Dalam sebuah hadis, beliau bersabda: “Tidak ada zakat pada harta kurang dari lima wasaq (hasil pertanian), lima uqiyah (emas/perak), dan lima ekor unta” (HR. Bukhari dan Muslim). Hal ini menegaskan bahwa zakat hanya diwajibkan pada harta yang telah memenuhi syarat tertentu, sehingga tidak memberatkan umat.
Selain zakat wajib, Rasulullah ﷺ juga menganjurkan zakat fitrah yang ditunaikan pada bulan Ramadan sebelum shalat Idul Fitri. Zakat fitrah bertujuan menyucikan orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan ucapan kotor, serta memberi makan bagi orang miskin (HR. Abu Dawud). Dengan menunaikan zakat sesuai ajaran Rasulullah, umat Islam bukan hanya membersihkan harta, tetapi juga menebar keberkahan dan memperkuat solidaritas sosial.