KEISLAMAN

Musibah Wafatnya Ulama ini Penjelasan Menurut Islam

Yahya Sukamdani| Senin, 29/09/2025
Ilustrasi ulama menyampaikan dakwah

Terasmuslim.com - Wafatnya seorang ulama adalah musibah besar bagi umat, karena hilangnya cahaya ilmu yang menjadi penuntun kehidupan. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan sekaligus mencabutnya dari hamba-hamba-Nya, tetapi Allah mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama. Sehingga ketika tidak tersisa seorang alim pun, manusia menjadikan orang-orang bodoh sebagai pemimpin; lalu mereka ditanya, dan mereka berfatwa tanpa ilmu, maka mereka sesat dan menyesatkan” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menegaskan bahwa wafatnya ulama adalah hilangnya benteng keilmuan umat.

Al-Qur’an juga menegaskan bahwa para ulama adalah orang-orang yang paling takut kepada Allah. “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah ulama” (QS. Fathir: 28). Maka, kehilangan ulama bukan sekadar kehilangan sosok, melainkan juga kehilangan teladan iman, takwa, dan pengajaran yang menjaga umat dari kesesatan. Ulama adalah warisan para nabi, yang membimbing manusia menuju jalan kebenaran dengan ilmu dan akhlak.

Musibah wafatnya ulama seharusnya menjadi pengingat agar umat Islam semakin mencintai ilmu dan menjaga warisan yang ditinggalkan. Ilmu mereka tetap hidup dalam kitab, nasihat, dan murid-murid yang melanjutkan perjuangan dakwah. Dengan begitu, umat tidak larut dalam kesedihan, melainkan memperkuat komitmen untuk melanjutkan risalah Islam. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi” (HR. Abu Dawud).

Baca juga :
TAGS : Ulama ilmu hidup Islam teladan takwa

Terkini