UMRAH & HAJI

Begini Penjelasan Tata Cara Ihram dan Larangannya

Yahya Sukamdani| Senin, 29/09/2025
Ihram bukan sekadar pakaian putih, tetapi janji kesucian diri: meninggalkan larangan duniawi demi menggapai ridha Allah. Ilustrasi laki-laki berihram

Terasmuslim.com - Ihram adalah niat memasuki ibadah haji atau umrah dengan mengenakan pakaian khusus dan meninggalkan hal-hal yang dilarang. Tata cara ihram dimulai dengan mandi, memakai wewangian sebelum niat, lalu mengenakan pakaian ihram bagi laki-laki berupa dua kain putih tanpa jahitan, sementara perempuan tetap dengan pakaian yang menutup aurat tanpa cadar dan sarung tangan. Rasulullah ﷺ bersabda: “Shalatlah di miqatmu, kemudian niatlah haji dan umrah” (HR. Bukhari). Setelah itu jamaah bertalbiyah: “Labbaika Allahumma labbaik...” sebagai tanda memasuki ibadah.

Dalam keadaan ihram, ada sejumlah larangan yang harus dijauhi. Jamaah tidak boleh memakai wangi-wangian setelah niat, memotong rambut atau kuku, berburu, menikah atau menikahkan, serta melakukan hubungan suami-istri. Bagi laki-laki, dilarang mengenakan pakaian berjahit, menutup kepala dengan sesuatu yang melekat, sedangkan perempuan dilarang bercadar dan memakai sarung tangan. Allah berfirman: “(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, maka barangsiapa yang menetapkan niat dalam bulan itu untuk haji, maka tidak boleh rafats (ucapan kotor), berbuat fasik, dan berbantah-bantahan dalam haji” (QS. Al-Baqarah: 197).

Larangan ihram memiliki hikmah agar jamaah lebih fokus pada ibadah, meninggalkan kesenangan dunia, serta melatih kesabaran. Dengan mematuhi tata cara dan larangan ihram, jamaah meneguhkan niatnya semata-mata untuk Allah. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai apa yang ia niatkan” (HR. Bukhari dan Muslim). Dengan begitu, ihram bukan hanya simbol pakaian putih, tetapi juga tanda kesucian hati dalam perjalanan menuju Allah.

Baca juga :
TAGS : Larangan fokus ibadah jamaah

Terkini