KEISLAMAN

Ancaman Menyakiti Orang-Orang Shalih, Kaum Dhuafa, dan Orang Miskin

Yahya Sukamdani| Jum'at, 26/09/2025
Menyakiti orang shalih, kaum dhuafa, dan orang miskin adalah perbuatan yang mengundang murka Allah. Islam menegaskan kewajiban untuk menghormati dan membantu mereka, bukan merendahkan atau menzalimi. Ilustrasi marah

Terasmuslim.com - Islam sangat menekankan penghormatan terhadap orang-orang shalih, kaum dhuafa, dan orang miskin. Mereka adalah golongan yang dekat dengan Allah ﷻ karena kesabaran dan ketulusan hidupnya. Allah berfirman: “Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan petang hari, sedang mereka menghendaki keridhaan-Nya...” (QS. Al-An’am: 52). Ayat ini menunjukkan bahwa menyakiti mereka termasuk perbuatan yang dibenci Allah, bahkan dapat mengundang murka-Nya.

Rasulullah ﷺ juga mengingatkan dalam hadis riwayat Muslim: “Sesungguhnya Allah berfirman: Barang siapa memusuhi wali-Ku (orang shalih), maka Aku umumkan perang terhadapnya.” Hal ini menunjukkan betapa besar ancaman bagi orang yang merendahkan, menghina, atau menyakiti hamba Allah yang taat. Begitu pula terhadap kaum dhuafa dan miskin, Nabi menegaskan bahwa doa mereka sangat mustajab. Beliau bersabda: “Takutlah kalian terhadap doa orang yang terzalimi, karena tidak ada penghalang antara doanya dengan Allah” (HR. Bukhari dan Muslim).

Menyakiti golongan lemah seperti orang miskin dan dhuafa bukan hanya bentuk kedzaliman, tetapi juga bisa menjadi sebab turunnya azab. Islam justru mengajarkan agar mereka dimuliakan, dibantu, dan diberdayakan. Allah berfirman: “Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin” (QS. Al-Ma’un: 1-3). Maka, memperlakukan mereka dengan kasih sayang adalah bagian dari iman, sementara menyakiti mereka adalah ancaman besar di dunia dan akhirat.

Baca juga :
TAGS : Islam kasih sayang azab zalim ancaman

Terkini