
Ilustrasi foto sedekah
Terasmuslim.com - Harta yang sejati dan bermanfaat bagi seorang muslim bukanlah yang ditimbun atau ditinggalkan, melainkan yang dikeluarkan di jalan Allah. Rasulullah ﷺ bersabda: “Harta anak Adam tidaklah bermanfaat baginya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakannya.” (HR. Muslim). Hadis ini menegaskan bahwa harta yang dibelanjakan untuk kebaikan akan terus memberi manfaat meski pemiliknya telah tiada.
Al-Qur’an juga mengingatkan, “Apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya, dan Dialah pemberi rezeki yang terbaik.” (QS. Saba’: 39). Ayat ini menunjukkan bahwa harta yang dikeluarkan di jalan Allah tidak akan berkurang, justru bertambah dengan keberkahan. Harta yang ditahan hanya akan menjadi hisab di akhirat, sementara harta yang disedekahkan menjadi tabungan abadi.
Karena itu, harta paling bermanfaat adalah yang dipergunakan untuk amal saleh: membantu fakir miskin, membangun masjid, mendukung pendidikan, dan berbagai bentuk kebaikan lainnya. Semua itu akan menjadi investasi akhirat yang tak ternilai. Dengan demikian, seorang muslim seharusnya tidak terpaut pada harta dunia yang fana, melainkan menjadikannya sebagai sarana menuju ridha Allah.