
Ilustrasi foto kritik berdsar ilmu
Terasmuslim.com - Dalam Islam, kritik tidak boleh didasarkan pada hawa nafsu atau kebencian, melainkan pada ilmu dan kebenaran. Allah ﷻ berfirman: “Janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (QS. Al-Isra: 36). Ayat ini menegaskan bahwa setiap ucapan, termasuk kritik, harus berlandaskan pengetahuan yang jelas agar tidak menimbulkan fitnah dan kesalahan.
Rasulullah ﷺ juga mengingatkan pentingnya berbicara dengan ilmu. Beliau bersabda: “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim). Kritik yang benar lahir dari pemahaman, kasih sayang, dan niat memperbaiki, bukan menjatuhkan. Dengan demikian, kritik tanpa ilmu hanya akan menjadi ghibah, fitnah, bahkan dosa besar yang merusak kehormatan orang lain.
Oleh karena itu, seorang muslim harus berhati-hati ketika menyampaikan kritik. Jika didasari ilmu, kritik dapat menjadi nasihat yang bermanfaat dan bernilai pahala. Namun bila keluar tanpa landasan, ia bisa menjadi sumber perpecahan. Islam mengajarkan bahwa setiap kata harus ditimbang dengan ilmu dan hikmah, agar kritik benar-benar menjadi jalan perbaikan, bukan kehancuran.