
Ilustrasi foto menggapai yang mustahil
Terasmuslim.com - Dalam perjalanan hidup, manusia sering kali memiliki mimpi dan harapan yang besar. Namun, ada kalanya seseorang justru terjebak dalam ambisi yang mustahil tercapai. Mengejar sesuatu yang tidak realistis tidak hanya menguras tenaga dan pikiran, tetapi juga berpotensi membuat hidup kehilangan arah. Islam mengajarkan keseimbangan antara berusaha dan menerima takdir. Artinya, manusia wajib berikhtiar, tetapi harus sadar akan keterbatasan diri.
Allah ﷻ berfirman bahwa manusia hanya dibebani sesuai kemampuannya. Mengejar sesuatu di luar batas kemampuan bukanlah bentuk kesungguhan, melainkan bisa menjadi kesia-siaan. Rasulullah ﷺ juga mengingatkan agar tidak berangan-angan kosong tanpa usaha yang nyata. Di sisi lain, jika mimpi yang dikejar jelas mustahil, maka kebijaksanaan adalah mengubah arah dan mencari jalan yang lebih bermanfaat.
Mengejar yang mustahil juga dapat menjerumuskan pada rasa putus asa atau kekecewaan mendalam. Hal ini bisa membuat seseorang lupa bersyukur terhadap nikmat yang sudah dimiliki. Padahal, kebahagiaan sejati bukanlah tentang memiliki segalanya, melainkan tentang mensyukuri apa yang ada dan berusaha semampunya dengan penuh ikhlas.
Dengan demikian, penting bagi setiap orang untuk menakar mimpi dengan logika, doa, dan usaha yang seimbang. Bukan berarti dilarang bercita-cita tinggi, tetapi harus disertai kesadaran bahwa ada batasan yang Allah tetapkan demi kebaikan hamba-Nya.