
Ilustrasi foto menerima rezeki,takdir dan kematian
Terasmuslim.com - Takdir adalah ketetapan Allah yang tidak bisa dihindari. Namun, manusia berbeda-beda dalam menyikapinya. Ada yang menerima dengan penuh sabar dan tawakal, menjadikannya sebagai jalan untuk mendekat kepada Allah. Mereka inilah golongan yang beriman, yang yakin bahwa di balik setiap ketentuan pasti ada hikmah dan kebaikan yang Allah sembunyikan.
Di sisi lain, ada pula yang menyikapi takdir dengan keluhan, amarah, bahkan menyalahkan Allah atas musibah yang menimpa. Golongan ini menunjukkan kelemahan iman, karena tidak memahami bahwa dunia hanyalah tempat ujian. Lebih jauh lagi, ada yang berputus asa hingga meninggalkan ibadah, seakan takdir menjadi alasan untuk meninggalkan ketaatan.
Ada pula manusia yang salah memahami takdir dengan menggunakannya sebagai pembenaran atas dosa. Misalnya berkata, “Kalau saya berbuat maksiat, itu sudah takdir Allah.” Padahal, Islam menegaskan bahwa manusia diberi pilihan dan tanggung jawab atas perbuatannya. Takdir tidak boleh dijadikan alasan untuk meninggalkan kewajiban atau melakukan kemungkaran.
Sikap terbaik adalah menerima takdir dengan sabar ketika diuji, bersyukur ketika diberi nikmat, dan terus berusaha sebaik mungkin. Sebab, Islam mengajarkan keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal. Dengan begitu, takdir bukan lagi sesuatu yang menakutkan, tetapi jalan menuju kedewasaan iman.