KEISLAMAN

Bahagia di Hari yang Mengerikan

Yahya Sukamdani| Selasa, 09/09/2025
Hari kiamat penuh kengerian, tetapi bagi orang beriman, Allah menjadikannya hari kebahagiaan dan awal dari kehidupan abadi di surga. Ilustrasi foto bahagia (foto:koropak)

Terasmuslim.com - Al-Qur’an menggambarkan hari kiamat sebagai peristiwa yang sangat mengerikan. Gunung-gunung hancur, lautan meluap, bintang-bintang berguguran, dan manusia berlarian tanpa arah. Bahkan seorang ibu akan melupakan anak yang disusuinya, dan manusia akan tampak seperti mabuk padahal tidak. Itulah hari di mana semua amal akan dihisab, dan tidak ada satu pun yang bisa luput dari pengadilan Allah ﷻ.

Namun, di tengah kedahsyatan itu, Allah juga menjanjikan kebahagiaan bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan beramal saleh. Mereka akan diberi ketenangan ketika manusia lain dilanda ketakutan. Wajah mereka berseri-seri, hati mereka tenteram, dan mereka mendapat kabar gembira tentang surga yang menanti. Inilah bentuk kasih sayang Allah yang luar biasa: di saat manusia panik, para kekasih-Nya justru merasakan kedamaian.

Allah ﷻ berfirman dalam surah Al-Anbiya ayat 103: "Mereka tidak disusahkan oleh kedahsyatan yang besar (hari kiamat), dan para malaikat menyambut mereka dengan ucapan, ‘Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu.’” Ayat ini menjadi penghiburan bagi kaum beriman, bahwa sekalipun kiamat adalah hari penuh kengerian, Allah bisa menjadikannya hari kebahagiaan bagi orang yang taat.

Kebahagiaan di hari kiamat bukanlah hasil kebetulan. Ia adalah buah dari keimanan yang dijaga, amal saleh yang ikhlas, serta keteguhan hati dalam menghadapi ujian dunia. Orang-orang yang senantiasa mengingat Allah, menjauhi larangan-Nya, dan memperbanyak amal kebaikan akan dipeluk dengan rahmat di hari itu.

Baca juga :

Sebaliknya, orang-orang yang lalai, ingkar, dan sombong akan menghadapi hari kiamat dengan penuh ketakutan. Mereka berusaha mencari perlindungan, tetapi tidak ada tempat berlindung. Semua yang mereka banggakan di dunia, seperti harta, jabatan, dan keturunan, tidak akan mampu menyelamatkan mereka.

Maka, bahagia di hari yang mengerikan bukanlah sesuatu yang mustahil. Justru itulah janji Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Kuncinya adalah menjaga hati tetap dekat dengan Allah, memperbanyak amal yang diridhai, dan menjadikan dunia sebagai ladang untuk menanam kebaikan.

Dengan cara itu, ketika orang lain berteriak ketakutan, seorang mukmin akan tersenyum lega. Ketika orang lain diliputi kegelapan, ia akan dipenuhi cahaya. Itulah kebahagiaan sejati: bukan di dunia yang fana, melainkan di akhirat yang abadi.

TAGS : Hari manusia kasih sayang amal

Terkini