
Ilustrasi - ini beberapa keutamaan ikutt acara maulid Nabi Muhammad SAW (Foto: Pexels/Necati Ömer Karpuzoğlu)
Jakarta, Terasmuslim.com - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu tradisi keagamaan yang terus hidup di tengah umat Islam. Setiap tanggal 12 Rabiul Awal, berbagai daerah di Indonesia dan dunia Muslim menggelar acara maulid dengan penuh khidmat.
Maulid Nabi tidak hanya dimaknai sebagai perayaan kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga sebagai sarana mempererat ukhuwah, memperdalam cinta kepada Nabi, serta menghidupkan kembali ajaran-ajaran yang beliau wariskan.
Para ulama menyebutkan bahwa acara maulid menjadi media syiar Islam yang penuh makna. Di dalamnya terdapat pembacaan shalawat, kajian sirah Nabi, hingga tausiyah yang mengingatkan umat pada akhlak mulia Rasulullah SAW. Dengan begitu, maulid menjadi sarana menumbuhkan kecintaan kepada Nabi.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali lipat.” (HR. Muslim). Acara maulid biasanya dipenuhi dengan lantunan shalawat, yang berarti setiap jamaah berkesempatan meraih pahala berlipat ganda.
Mengikuti peringatan maulid juga menjadi momen untuk memperdalam pengetahuan tentang kehidupan Nabi. Dengan memahami perjuangan dan akhlaknya, umat Islam diharapkan bisa meneladani beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Acara maulid kerap dihadiri masyarakat lintas kalangan, dari anak-anak hingga orang tua. Momentum ini memperkuat persaudaraan dan mempererat tali silaturahmi. Ulama menekankan, mempererat ukhuwah adalah bagian dari sunnah Rasulullah SAW.
Peringatan kelahiran Nabi juga menjadi pengingat bagi umat Islam untuk bersyukur atas diutusnya seorang rasul yang membawa rahmat bagi seluruh alam. Allah berfirman dalam Al-Qur`an:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ
“Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya: 107).