KEISLAMAN

Sejak Kapan Maulid Nabi SAW Dirayakan?

Vaza Diva Fadhillah Akbar| Selasa, 02/09/2025
Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu tradisi keagamaan yang hingga kini masih diperingati oleh umat Islam di berbagai belahan dunia Ilustrasi - lafadz Nabi Muhammad SAW (Foto: Pexels/Necati Ömer Karpuzoğlu)

Jakarta, Terasmuslim.com - Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu tradisi keagamaan yang hingga kini masih diperingati oleh umat Islam di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Perayaan ini menjadi momen untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, sekaligus ajang memperdalam kecintaan kepada beliau melalui shalawat, doa, pengajian, dan berbagai kegiatan sosial. Namun, muncul pertanyaan penting: kapan dan bagaimana awal mula perayaan Maulid Nabi ini dimulai?

Pada masa Rasulullah SAW hidup, beliau tidak pernah mengadakan acara khusus untuk memperingati hari kelahirannya. Begitu juga di era Khulafaur Rasyidin, tidak ditemukan catatan resmi adanya perayaan maulid. Umat Islam kala itu lebih berfokus pada pengamalan ajaran Islam secara langsung sebagaimana diajarkan Nabi.

Sejarawan mencatat bahwa perayaan Maulid Nabi pertama kali muncul di Mesir pada masa Dinasti Fathimiyah, sekitar abad ke-10 Masehi. Dinasti yang menganut Syiah Ismailiyah ini menjadikan Maulid sebagai salah satu perayaan resmi kenegaraan. Mereka tidak hanya memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga tokoh-tokoh keluarga Ahlul Bait, seperti Sayyidina Ali, Fatimah, Hasan, dan Husain.

Baca juga :

Namun, pada masa itu, perayaan Maulid lebih bersifat politik dan seremonial, bukan sekadar ritual ibadah sebagaimana yang kita kenal saat ini.

Tradisi Maulid kemudian menyebar ke dunia Islam lainnya, termasuk kawasan Sunni. Salah satu penguasa yang dikenal mempopulerkan perayaan Maulid adalah Al-Malik Al-Muzhaffar Abu Sa‘id Kukburi, Sultan Irbil di Irak (abad ke-12 M/ke-6 H). Beliau dikenal sebagai pemimpin yang sangat mencintai Rasulullah SAW dan menjadikan Maulid sebagai momentum keagamaan yang meriah, dengan doa, pembacaan kisah sirah Nabi, hingga pembagian makanan untuk rakyat.

Sejak saat itu, perayaan Maulid berkembang luas di dunia Islam, meski terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai hukumnya.

Mayoritas ulama sepakat bahwa Nabi Muhammad SAW lahir pada 12 Rabiul Awal Tahun Gajah (570 Masehi). Tanggal inilah yang kemudian dijadikan patokan utama perayaan Maulid di banyak negara Muslim, termasuk Indonesia. Meski ada riwayat yang menyebut tanggal berbeda (8, 9, atau 10 Rabiul Awal), tanggal 12 Rabiul Awal tetap menjadi yang paling masyhur.

TAGS : Info Keislaman Maulid Nabi SAW Sejarah Perayaan

Terkini