
Ilustrasi foto orang kaya
Terasmuslim.com - Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang yang bertanya-tanya mengapa ada orang kafir atau mereka yang tidak beriman, justru hidup dengan penuh kekayaan, kemewahan, dan kelapangan rezeki. Padahal, dalam pandangan iman, orang berimanlah yang seharusnya mendapat keberkahan hidup.
Islam menjelaskan bahwa kekayaan yang diberikan kepada orang kafir bukanlah tanda kemuliaan di sisi Allah. Dalam Al-Qur’an, Allah menegaskan bahwa harta dan kenikmatan dunia hanyalah ujian. Orang kafir bisa jadi diberi kelimpahan rezeki sebagai bentuk istidraj, yaitu penundaan azab dengan membiarkan mereka larut dalam kenikmatan dunia hingga kelak dimintai pertanggungjawaban.
Dengan kata lain, kekayaan itu tidak selalu menjadi karunia, melainkan bisa berubah menjadi jebakan yang menjerumuskan. Berbeda dengan orang beriman, di mana harta menjadi sarana untuk kebaikan, sedekah, dan bekal akhirat.
Hal ini mengingatkan bahwa ukuran kemuliaan bukanlah harta dunia, melainkan ketakwaan. Kekayaan orang kafir bisa jadi tampak megah di dunia, namun tidak memiliki nilai di akhirat kelak.