
Ilustrasi - lafadz Nabi Muhammad SAW (Foto: Pexels/Necati Ömer Karpuzoğlu)
Jakarta, Terasmuslim.com - Bulan Rabiul Awal selalu menjadi pengingat penting bagi umat Islam di seluruh dunia. Di bulan inilah, tepatnya pada hari Senin, 12 Rabiul Awal tahun Gajah, lahirlah Nabi Muhammad SAW di Kota Makkah. Peristiwa kelahiran beliau bukan hanya menjadi momen bersejarah, tetapi juga diyakini sebagai awal datangnya cahaya yang menerangi dunia.
Rasulullah SAW lahir dari pasangan Abdullah bin Abdul Muthalib dan Aminah binti Wahab. Sang ayah, Abdullah, wafat ketika Nabi masih dalam kandungan, sehingga beliau terlahir sebagai anak yatim. Sang kakek, Abdul Muthalib, sangat menyayangi cucunya, hingga kelak pengasuhan Nabi diteruskan oleh pamannya, Abu Thalib.
Kelahiran Rasulullah SAW bertepatan dengan peristiwa besar yang dikenal sebagai Tahun Gajah, yaitu ketika pasukan bergajah yang dipimpin Abrahah hendak menghancurkan Ka’bah, namun digagalkan oleh burung Ababil yang mengirimkan batu-batu panas. Peristiwa ini disebut dalam Al-Qur’an, Surah Al-Fil, sebagai tanda kekuasaan Allah dan isyarat akan datangnya utusan mulia.
Riwayat menyebutkan, ketika Rasulullah SAW lahir, suasana menjadi terang benderang. Aminah, ibunda beliau, merasakan cahaya yang memancar sehingga dapat melihat istana-istana di Syam. Banyak ulama menafsirkan kejadian ini sebagai simbol bahwa kelahiran Nabi Muhammad SAW membawa cahaya petunjuk bagi umat manusia.
Beliau diberi nama Muhammad, yang berarti “yang terpuji”. Nama ini jarang digunakan oleh orang Arab sebelumnya, seakan sudah menjadi tanda bahwa beliau akan menjadi sosok yang dipuji di langit dan di bumi.
Bagi umat Islam, kelahiran Rasulullah SAW bukan hanya sekadar catatan sejarah, melainkan juga momentum untuk semakin memperbanyak shalawat, mempertebal kecintaan, serta meneladani akhlak mulia beliau.