
Ilustrasi berdoa khawatir dengan masa depan
Terasmuslim.com - Dalam kehidupan, manusia kerap diliputi rasa cemas mengenai masa depan, terutama soal rezeki dan ajal. Namun, Islam menegaskan bahwa dua hal ini merupakan ketetapan Allah ﷻ yang sudah dijamin sejak seseorang masih berada dalam kandungan ibunya.
Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah ﷺ menyampaikan bahwa malaikat diperintahkan untuk mencatat empat perkara bagi setiap manusia: rezekinya, ajalnya, amal perbuatannya, serta apakah ia akan menjadi orang yang bahagia atau sengsara. Hal ini menjadi penegasan bahwa rezeki dan ajal sepenuhnya berada dalam kuasa Allah.
Keyakinan ini seharusnya menumbuhkan ketenangan dalam diri seorang Muslim. Tidak ada satu pun makhluk yang mampu mempercepat atau menunda ajal, begitu pula tidak ada yang bisa menghalangi rezeki yang telah ditetapkan. Segala sesuatu telah tertulis dalam Lauh Mahfuz.
Namun demikian, keyakinan terhadap ketetapan Allah bukan berarti manusia boleh berpangku tangan. Islam mengajarkan agar umatnya tetap berusaha dengan sungguh-sungguh dalam menjemput rezeki yang halal, sekaligus selalu bersiap menghadapi kematian dengan amal saleh.
Dengan memahami bahwa rezeki dan ajal telah dijamin oleh Allah, seorang Muslim diharapkan bisa lebih ikhlas menjalani hidup, menjauh dari sifat tamak, serta memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk beribadah dan berbuat kebaikan.