
Ilustrasi - ini kisah Nabi Muhammad SAW yang berhubungan dengan konsep boikot (Foto: Ist)
Jakarta, Terasmuslim.com - Isu boikot kerap menjadi perbincangan hangat di masyarakat modern, terutama ketika menyangkut produk atau pihak tertentu yang dianggap merugikan umat.
Namun, tahukah Anda bahwa praktik boikot ternyata sudah dikenal sejak masa Rasulullah SAW?
Sejarah Islam mencatat, kaum Quraisy pernah menjatuhkan boikot besar-besaran terhadap Rasulullah SAW beserta pengikutnya.
Peristiwa ini terjadi ketika Nabi mendapatkan perlindungan dari Bani Hasyim. Quraisy menilai perlindungan itu mengancam kepentingan mereka, sehingga dibuatlah kesepakatan tertulis untuk memutus semua hubungan dengan Bani Hasyim.
Boikot tersebut meliputi larangan menikah, berdagang, hingga berinteraksi sosial. Akibatnya, kaum Muslimin bersama Bani Hasyim harus menanggung penderitaan di sebuah lembah bernama Syi’b Abi Thalib.
Mereka hidup serba kekurangan hingga terdengar tangisan anak-anak karena kelaparan. Peristiwa ini berlangsung selama kurang lebih tiga tahun sebelum akhirnya boikot dibatalkan.
Selain boikot yang dilakukan oleh musuh Islam, Rasulullah SAW juga pernah menerapkan boikot sosial sebagai bentuk pendidikan. Kisah terkenal terjadi pada Ka’ab bin Malik dan dua sahabat lainnya yang tidak ikut serta dalam perang Tabuk tanpa alasan syar’i.
Rasulullah SAW memerintahkan agar umat Muslim tidak berbicara dan berinteraksi dengan mereka. Boikot ini berlangsung 50 hari lamanya, hingga akhirnya Allah SWT menurunkan wahyu yang menerima taubat mereka.
Dalam konteks kekinian, para ulama menekankan bahwa boikot harus dilakukan dengan bijak, mempertimbangkan manfaat dan mudaratnya, serta tetap berada dalam koridor syariat Islam.
TAGS : Info Keislaman Nabi Muhammad SAW Boikot