
Ilustrasi khawatir rezeki haram
Terasmuslim.com - Keberkahan dalam rezeki merupakan dambaan setiap Muslim. Namun, keberkahan tersebut dapat sirna ketika harta diperoleh melalui jalan yang diharamkan. Islam secara tegas melarang segala bentuk transaksi haram, karena selain menimbulkan dosa, juga menghilangkan keberkahan dalam kehidupan.
Al-Qur’an dalam surah Al-Baqarah ayat 275 menegaskan larangan riba dan transaksi batil: “Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba...”. Ayat ini tidak hanya menyoroti riba, tetapi juga menegaskan bahwa harta yang diperoleh dari cara yang tidak halal akan membawa kebinasaan, meski secara materi terlihat menguntungkan.
Rasulullah ﷺ memperingatkan dalam hadis riwayat Ahmad: “Tidaklah seseorang mendapatkan harta dari yang haram, lalu ia menginfakkannya, maka tidak akan diterima. Jika ia menyedekahkannya, tidak akan diberkahi, dan jika ia tinggalkan, maka itu akan menjadi bekal ke neraka.” Hadis ini menunjukkan bahwa keberkahan bukan hanya tentang jumlah, tetapi juga tentang cara memperolehnya.
Transaksi haram mencakup praktik riba, penipuan, suap, perjudian, manipulasi harga, hingga jual beli barang yang diharamkan. Meski pada awalnya tampak memberikan keuntungan besar, pada akhirnya harta tersebut sering menimbulkan masalah, seperti hilangnya ketenangan, munculnya konflik, atau habisnya harta dengan cepat.
Ulama menyebut hilangnya keberkahan sebagai ma’nawi (tidak kasat mata) dan hissi (kasat mata). Secara ma’nawi, hati menjadi gelisah, ibadah terasa berat, dan kehidupan penuh masalah. Secara hissi, harta yang haram biasanya cepat habis, sering rusak, atau tidak pernah cukup, meskipun jumlahnya besar.
Islam mengajarkan agar umatnya mencari rezeki melalui jalan halal, meskipun tampak lebih sulit atau lambat. Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadis riwayat Ibnu Majah: “Tinggalkanlah apa yang meragukanmu menuju apa yang tidak meragukanmu.” Prinsip ini menjadi panduan agar setiap Muslim menghindari keraguan dalam muamalah.
Menghindari transaksi haram bukan hanya soal mematuhi hukum agama, tetapi juga menjaga keberlangsungan kehidupan yang penuh keberkahan. Rezeki halal, meski sedikit, akan membawa ketenangan, kebahagiaan, dan keberkahan yang langgeng.
TAGS : Harta haram berkah Islam