KEISLAMAN

Shalat Setelah Melakukan Maksiat, Apakah Diterima?

Yahya Sukamdani| Senin, 11/08/2025
Islam mengajarkan bahwa pintu ampunan Allah selalu terbuka dan shalat adalah jalannya. Ilustrasi shalat taubat

Terasmuslim.com - Bagi sebagian orang, rasa bersalah setelah melakukan maksiat sering membuat hati enggan untuk muslim.com/mobile/tags/shalat/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">shalat. Ada anggapan bahwa ibadah hanya pantas dilakukan dalam keadaan suci dari dosa. Namun, benarkah seseorang yang baru saja berbuat dosa dilarang muslim.com/mobile/tags/shalat/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">shalat menurut muslim.com/mobile/tags/Islam/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">Islam?

Dalam ajaran muslim.com/mobile/tags/Islam/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">Islam, tidak ada larangan bagi pelaku dosa untuk melaksanakan muslim.com/mobile/tags/shalat/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">shalat. Justru, muslim.com/mobile/tags/shalat/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">shalat menjadi salah satu cara paling utama untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah ﷻ. Allah menegaskan dalam Al-Qur’an, Sesungguhnya muslim.com/mobile/tags/shalat/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar” (QS. Al-Ankabut: 45). Ayat ini mengisyaratkan bahwa muslim.com/mobile/tags/shalat/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">shalat adalah sarana perbaikan diri, bukan hak istimewa bagi orang yang sempurna amalnya.

Rasulullah ﷺ juga memberikan panduan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi: “Ikutilah keburukan itu dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapusnya.” Pesan ini menjadi landasan bahwa amal baik, termasuk muslim.com/mobile/tags/shalat/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">shalat, dapat menghapus dosa yang baru dilakukan jika disertai penyesalan dan taubat yang tulus.

Para ulama menegaskan, muslim.com/mobile/tags/shalat/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">shalat setelah melakukan maksiat tidak hanya dibolehkan, tetapi dianjurkan. Ibadah ini menjadi pintu masuk untuk membersihkan hati, memohon ampunan, dan menguatkan tekad agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Baca juga :

Dengan demikian, seorang Muslim yang terjatuh dalam maksiat tidak perlu menunda muslim.com/mobile/tags/shalat/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">shalat. Sebaliknya, segera berwudhu, laksanakan muslim.com/mobile/tags/shalat/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">shalat, dan iringi dengan istighfar serta doa taubat. muslim.com/mobile/tags/Islam/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">Islam mengajarkan bahwa pintu ampunan Allah selalu terbuka, dan muslim.com/mobile/tags/shalat/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">shalat menjadi salah satu jalan untuk meraih rahmat-Nya.

 

TAGS : Maksiat shalat Islam muslim ulama

Terkini