KEISLAMAN

Nabi Palsu, Tanda Kiamat atau Pengikut Dajjal?

Vaza Diva Fadhillah Akbar| Kamis, 07/08/2025
Fenomena munculnya orang yang mengaku sebagai nabi di akhir zaman semakin sering terjadi dan muncul kekhawatiran di tengah masyarakat Ilustrasi - tanda kiamat dengan ada yang mengaku sebagai Nabi palsu, ini penjelasan dalam Islam di Al-Qur`an (Foto: Cordoba)

Jakarta, Terasmuslim.com - Fenomena munculnya orang-orang yang mengaku sebagai nabi di akhir zaman semakin sering terjadi dan memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

Banyak yang langsung mengaitkan hal ini dengan salah satu tanda besar kiamat. Namun, tidak sedikit pula yang salah memahami konteks sebenarnya, karena dalam Islam, tidak akan ada nabi lagi setelah Nabi Muhammad SAW.

Beberapa orang menyangka bahwa kemunculan individu yang mengaku sebagai nabi adalah bukti nyata bahwa kiamat sudah sangat dekat.

Padahal, dalam banyak hadits shahih, Rasulullah SAW telah memberi peringatan bahwa akan muncul nabi-nabi palsu sebagai bagian dari tipu daya Dajjal dan para pengikutnya, bukan karena akan ada kenabian baru.

Baca juga :

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak akan terjadi kiamat sampai muncul dajjal-dajjal pendusta, sekitar 30 orang yang masing-masing mengaku sebagai utusan Allah." (HR. Bukhari dan Muslim)

Mereka yang mengaku sebagai nabi sejatinya adalah bagian dari jaringan pendusta yang disebutkan dalam hadits, yang misinya adalah menyesatkan umat manusia.

Mereka bukanlah tanda kiamat dalam bentuk kenabian baru, tetapi justru termasuk dalam skenario fitnah akhir zaman yang dipimpin oleh Dajjal, makhluk menyesatkan terbesar yang akan muncul menjelang kiamat.

Kesalahan memahami konteks ini dapat membahayakan aqidah. Sebab, meyakini ada nabi setelah Nabi Muhammad SAW berarti telah menyimpang dari prinsip dasar Islam bahwa Muhammad adalah penutup para nabi (Khatamun Nabiyyin).

Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur`an, Surah Al-Ahzab ayat 40:

"Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup para nabi."

Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk memahami bahwa kemunculan orang yang mengaku nabi bukanlah pertanda akan hadirnya nabi baru, melainkan bagian dari fitnah yang harus diwaspadai.

Mereka adalah pembohong yang membuka jalan bagi kedatangan Dajjal dan mendukung misi penyesatannya.

Di tengah derasnya informasi dan munculnya tokoh-tokoh aneh yang mengklaim wahyu atau kenabian, umat Islam perlu kembali merujuk pada Al-Qur`an dan hadits.

Jangan mudah terkecoh oleh penampilan atau kata-kata manis mereka. Semakin dekat dengan kiamat, semakin banyak fitnah yang menuntut keteguhan iman dan pemahaman yang benar.

TAGS : Info Keislaman Nabi Palsu Tanda Kiamat Dajjal

Terkini