KEISLAMAN

Penghasilan dan Makanan Terburuk Menurut Pandangan Islam

Yahya Sukamdani| Rabu, 30/07/2025
Islam bukan hanya agama ibadah, tetapi juga agama etika dan tanggung jawab. Ilustrasi halal haram dalam Islam

Terasmuslim.com - Dalam ajaran muslim.com/mobile/tags/Islam/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">Islam, tidak semua penghasilan dan makanan bernilai sama. muslim.com/mobile/tags/Islam/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">Islam memberikan panduan tegas tentang mana yang muslim.com/mobile/tags/halal/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">halal dan mana yang haram. muslim.com/mobile/tags/Penghasilan/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">Penghasilan dan makanan yang diperoleh dari sumber haram dianggap sebagai yang terburuk dan berdampak langsung pada kualitas ibadah dan kemuslim.com/mobile/tags/berkah/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">berkahan hidup.

Rasulullah ﷺ dengan tegas menyatakan bahwa penghasilan yang diperoleh dari cara-cara haram seperti riba, penipuan, suap, mencuri, merampok, hingga menjual barang yang diharamkan, termasuk penghasilan yang buruk di sisi Allah ﷻ. Dalam sebuah hadist disebutkan, “Setiap daging yang tumbuh dari hasil yang haram, maka neraka lebih layak baginya.” (HR. Tirmidzi).

Hadist ini memperingatkan umat muslim.com/mobile/tags/Islam/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">Islam untuk berhati-hati dalam mencari nafkah. Bekerja keras tidak cukup, harus disertai dengan kejujuran, tanggung jawab, dan cara yang sesuai syariat. Banyak orang yang secara lahiriah tampak sukses, namun jika hartanya diperoleh dari cara yang batil, maka nilainya tidak ada di sisi Allah.

Hal serupa berlaku untuk makanan. Dalam muslim.com/mobile/tags/Islam/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">Islam, makanan yang paling buruk bukan hanya makanan yang secara zat diharamkan seperti bangkai, darah, daging babi, atau minuman keras, tetapi juga makanan yang sejatinya muslim.com/mobile/tags/halal/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">halal namun dibeli dari penghasilan haram. Artinya, makanan yang masuk ke tubuh seorang Muslim harus muslim.com/mobile/tags/halal/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">halal secara zat dan muslim.com/mobile/tags/halal/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">halal dalam cara memperolehnya.

Baca juga :

Allah ﷻ berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 172, “Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kalian dan bersyukurlah kepada Allah.” Kata "baik" dalam ayat ini dimaknai sebagai makanan yang muslim.com/mobile/tags/halal/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">halal dan thayyib, yaitu bersih, sehat, serta diperoleh dari sumber yang sah.

Rasulullah ﷺ juga mengisahkan seorang lelaki yang berdoa dan beribadah, namun doanya tertolak karena makanan, minuman, dan pakaiannya berasal dari harta haram. (HR. Muslim). Hal ini menunjukkan bahwa konsumsi yang buruk dapat menjadi penghalang antara seorang hamba dengan Tuhannya.

muslim.com/mobile/tags/Islam/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">Islam bukan hanya agama ibadah, tetapi juga agama etika dan tanggung jawab. muslim.com/mobile/tags/Penghasilan/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">Penghasilan dan makanan yang buruk bisa memengaruhi karakter, hati, dan bahkan nasib seseorang di akhirat. Oleh karena itu, penting bagi umat Muslim untuk memastikan bahwa rezeki yang diperoleh dan dikonsumsi adalah muslim.com/mobile/tags/halal/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">halal dan muslim.com/mobile/tags/berkah/" style="text-decoration:none;color: #228239;font-weight: 700;">berkah.

TAGS : Penghasilan halal berkah Islam muslim

Terkini