
Ilustrasi kekhawatiran dalam beribadah
Terasmuslim.com - Dalam bahasa Arab, fitnah berarti ujian, cobaan, atau bencana yang dapat menggoyahkan iman seseorang. Dalam Al-Qur’an dan hadits, istilah ini digunakan dalam banyak konteks, mulai dari ujian keimanan hingga kekacauan sosial dan godaan dunia. Islam memperingatkan umatnya agar waspada terhadap fitnah karena dampaknya bisa menyesatkan dan menghancurkan tatanan akhlak maupun masyarakat.
Allah ﷻ berfirman dalam surat Al-Anfal ayat 25:
"Dan peliharalah dirimu dari fitnah yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya."
Ayat ini menunjukkan bahwa fitnah bisa menimpa siapa saja, bukan hanya pelaku keburukan, sehingga kewaspadaan harus menjadi bagian dari kesadaran kolektif umat Islam.
Berikut ini beberapa tanda-tanda manusia terkena fitnah menurut pandangan Islam:
Islam mengajarkan bahwa cara melindungi diri dari fitnah adalah dengan memperkuat iman, memperbanyak doa, dan mempererat hubungan dengan Al-Qur’an serta sunnah Rasulullah ﷺ. Rasulullah sendiri mengajarkan doa agar dijauhkan dari fitnah, seperti dalam hadits riwayat Muslim:
"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab neraka, azab kubur, fitnah kehidupan dan kematian, serta dari kejahatan fitnah Dajjal."
Dengan memahami tanda-tanda fitnah dan senantiasa berintrospeksi, umat Islam diharapkan bisa menjaga diri dan keluarganya dari gelombang ujian yang mengikis iman. Karena di tengah zaman penuh godaan dan kegaduhan, selamat dari fitnah adalah salah satu nikmat terbesar yang harus dijaga.