KEISLAMAN

Pola Hidup Islami sebagai Penangkal Brain Rot

Agus Mughni Muttaqin| Selasa, 22/07/2025
Islam sebagai agama yang menyeluruh telah lama mengajarkan prinsip hidup seimbang yang sangat relevan untuk menjaga kesehatan otak, menangkal brain rot. Ilustrasi sedang berdzikir dan berdoa

Terasmuslim.com - Akhir-akhir ini banyak orang merasa sulit fokus, cepat lelah secara mental, dan kehilangan semangat tanpa sebab yang jelas. Fenomena ini dikenal dengan istilah brain rot, kondisi di mana otak mengalami penurunan fungsi akibat kebiasaan konsumsi informasi yang dangkal dan tidak menantang.

Pada 2024, Oxford University Press menetapkan brain rot sebagai Word of the Year. Ini menjadi pengakuan bahwa semakin banyak orang sadar otaknya terganggu akibat pola konsumsi digital yang tidak sehat.

Dikutip dari laman Tecnológico de Monterrey, brain rot menggambarkan kondisi menurunnya kemampuan berpikir akibat paparan konten absurd, cepat, dan dangkal secara terus-menerus. Sementara Forbes menyebutnya sebagai bentuk “pengakuan intelektual” oleh generasi media sosial yang menyadari penurunan kualitas pikirannya.

Namun sebenarnya, keresahan ini bukan hal baru. Pada 1854, Henry David Thoreau dalam karyanya Walden telah menyinggung bagaimana masyarakat mulai menyederhanakan ide-ide kompleks hingga akhirnya kehilangan kemampuan berpikir kritis.

Baca juga :

Ia menyatakan bahwa manusia menjadi dangkal bukan karena bodoh, melainkan karena terbiasa disuapi informasi instan tanpa proses berpikir mendalam. Ungkapan tersebut kini terasa lebih relevan daripada sebelumnya, saat kita setiap hari dibanjiri notifikasi, iklan, dan konten viral tanpa henti.

Brain rot pada dasarnya bukan penyakit medis, tetapi dampaknya nyata dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang mengeluhkan hilangnya konsentrasi, kesulitan membuat keputusan, hingga kelelahan mental yang terus-menerus.

Penelitian dalam Psychology and Health Journal menunjukkan bahwa stres kronis dapat merusak kemampuan kognitif seseorang. Jika tidak diatasi, stres semacam ini dapat menyebabkan gangguan memori, sulit fokus, bahkan menurunnya kemampuan mengambil keputusan.

Dalam kondisi seperti ini, kita membutuhkan pendekatan yang tidak hanya fisik, tapi juga mental dan spiritual. Islam sebagai agama yang menyeluruh telah lama mengajarkan prinsip hidup seimbang yang sangat relevan untuk menjaga kesehatan otak.

Dikutip dari laman Dompetdhuafa, salah satu prinsip penting dalam Islam adalah menjaga waktu tidur yang cukup dan berkualitas. Tidur bukan hanya bentuk istirahat, melainkan fase penting di mana otak memproses informasi dan memulihkan fungsinya.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tidurlah di malam hari dan bangunlah untuk shalat malam, karena itu akan membuatmu sehat.” (HR. Bukhari) Hadis ini menekankan pentingnya tidur yang cukup sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Selain tidur, Islam juga mengatur pola makan yang sehat dan tidak berlebihan. Pola makan yang baik berperan besar dalam menjaga fungsi otak dan kestabilan suasana hati.

Allah SWT berfirman, “Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31) Ayat ini menunjukkan bahwa keseimbangan dalam asupan makanan adalah bagian dari tanggung jawab spiritual.

Namun menjaga tubuh saja tidak cukup bila pikiran terus dijejali informasi tidak bermutu. Islam mengingatkan pentingnya menjauh dari hal-hal yang tidak bermanfaat agar pikiran tetap jernih dan tidak mudah rusak.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Termasuk kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.” (HR. Tirmidzi) Hadis ini menjadi dasar untuk mengelola paparan informasi secara selektif di era digital.

Ketenangan batin juga memainkan peran besar dalam menjaga fungsi otak. Dalam hal ini, dzikir dan doa menjadi amalan yang bukan hanya memperkuat jiwa, tapi juga menenangkan sistem saraf.

Allah SWT berfirman, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28) Ketika hati tenang, pikiran menjadi lebih jernih dan otak dapat bekerja secara optimal.

Aktivitas fisik juga tak boleh diabaikan dalam menjaga kesehatan otak. Islam sangat mendorong umatnya untuk tetap aktif secara fisik, karena tubuh yang sehat mendukung pikiran yang kuat.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Ajarkan anak-anak kalian berkuda, memanah, dan berenang.” (HR. Bukhari) Ini membuktikan bahwa aktivitas jasmani adalah bagian dari ibadah dan pencegahan gangguan mental.

Semua prinsip tersebut bukan sekadar warisan spiritual, tapi juga sejalan dengan temuan ilmiah modern. Gaya hidup Islami terbukti dapat memperkuat kesehatan mental, menjaga fokus, dan mencegah penurunan fungsi otak di era digital.

Ketika dunia semakin cepat dan informasi datang dari segala arah, kita justru butuh jeda, ketenangan, dan pola hidup yang terarah. Islam telah menawarkan itu semua sejak lebih dari 1400 tahun yang lalu. (*)

Wallohu`alam

TAGS : Pola Hidup Islami Brain rot Islam Kesehatan Mental

Terkini