KEISLAMAN

Apakah Tobat Masih Diterima Meski Sering Kembali Bermaksiat?

Vaza Diva Fadhillah Akbar| Rabu, 09/07/2025
Apakah taubat bisa diterima walaupun terus lakukan maksiat berulang kali? ini penjelasannya Ilustrasi - orang yang sedang bertaubat (Foto: Istockphoto)

Jakarta, Terasmuslim.com - Dalam perjalanan spiritual seorang Muslim, meninggalkan perbuatan maksiat bukanlah perkara mudah. Tidak sedikit orang yang telah bertekad untuk bertobat justru kembali terperosok ke dalam kesalahan yang sama.

Situasi ini seringkali menimbulkan kegelisahan, terutama bagi mereka yang sungguh-sungguh ingin berubah namun merasa terjebak dalam lingkaran dosa.

Menanggapi fenomena ini, Ustadz Adi Hidayat (UAH) memberikan penjelasan mendalam dalam salah satu kajiannya yang tayang di kanal YouTube @ruang.muslim.sejati, yang dikutip pada Selasa (9/7).

Dalam kesempatan itu, ia merespons pertanyaan dari seorang jemaah yang mengaku tak mampu keluar dari jeratan maksiat meskipun telah bertobat berulang kali.

Baca juga :

UAH mengutip Surah An-Nisa ayat 17 sebagai dasar penjelasannya, yang menegaskan bahwa tobat akan diterima jika dilakukan dengan kesungguhan dan bukan karena pembangkangan yang disengaja.

Menurut beliau, ayat tersebut menunjukkan bahwa Allah SWT senantiasa membuka pintu bagi siapa pun yang ingin kembali, selama disertai penyesalan dan niat memperbaiki diri.

“Allah menerima tobat dari hamba-Nya yang melakukan kesalahan karena ketidaktahuan, lalu segera kembali. Inilah yang disampaikan dalam Al-Qur’an. Artinya, selama ada kesadaran untuk memperbaiki diri, harapan masih terbuka,” ujar UAH.

Ia menegaskan bahwa jangan pernah berhenti bertobat hanya karena terjatuh berkali-kali. Justru, kegagalan dalam menjauhi maksiat harus dijadikan pelajaran untuk memperkuat tekad dan meningkatkan kualitas tobat.

“Selama Anda tidak menyerah, maka tobat Anda bernilai. Perbarui terus tobat itu, hingga kelak datang penyesalan yang sesungguhnya,” imbuhnya.

Salah satu cara yang disarankan oleh UAH untuk menahan diri dari perbuatan dosa adalah dengan menghadirkan kesadaran akan kematian. Menurutnya, membayangkan bahwa ajal bisa datang kapan saja akan melahirkan rasa takut yang mampu menahan dorongan nafsu.

UAH juga menekankan pentingnya lingkungan yang mendukung pertumbuhan iman. Ia menyarankan agar seseorang bergaul dengan orang-orang saleh dan rajin mendekatkan diri pada Allah melalui ibadah yang khusyuk.

“Perbanyak sujud dalam sholat, mohonkan perlindungan dan kekuatan kepada Allah agar diberi kemampuan menahan godaan,” jelasnya.

Puasa juga ia sebut sebagai pelatihan efektif untuk mengontrol hawa nafsu. Selain itu, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak doa diyakini dapat memperkuat mental serta mengokohkan benteng spiritual seseorang.

Di akhir pesannya, UAH mengajak umat untuk tidak pernah berputus asa atas rahmat Allah. Setiap langkah menuju perbaikan diri, walau kecil, tetap mendapatkan perhatian dan ganjaran dari-Nya.

“Allah melihat setiap usaha. Jangan menyerah. Meski Anda jatuh berulang kali, selama Anda terus berusaha kembali, pintu ampunan-Nya tidak akan tertutup,” pungkasnya.

TAGS : Tobat Islam Maksiat Adi Hidayat

Terkini