KEISLAMAN

Hidup Itu Harus Ceria, Ini Kata Buya Yahya

Vaza Diva Fadhillah Akbar| Selasa, 08/07/2025
Nabi Muhammad SAW yang selalu mengajarkan untuk hidup selalu ceria Ilustrasi - ini cara hidup agar selalu bahagia yang belajar dari Nabi Muhammad SAW (Foto:avesiar)

Jakarta, Terasmuslim.com - Dalam keseharian, tak jarang kita menemukan pandangan yang keliru bahwa kesedihan adalah tolok ukur ketakwaan, atau bahwa hidup yang serius dan penuh beban adalah bagian dari bentuk penghambaan kepada Tuhan.

Akibatnya, banyak orang menjalani hidup dengan wajah murung dan hati yang terasa berat karena kesedihan. Namun, pandangan seperti ini sejatinya tidak sepenuhnya benar. Justru, hidup yang ceria dan penuh senyum adalah cerminan akhlak seorang mukmin sejati.

Islam mengajarkan adanya keseimbangan antara keimanan dan kebahagiaan. Seorang Muslim justru diperintahkan untuk menampilkan wajah yang ramah, senyum yang tulus, dan semangat hidup yang tinggi dalam setiap aktivitasnya. Nilai-nilai inilah yang secara nyata terwujud dalam pribadi mulia Nabi Muhammad SAW.

Pendakwah terkemuka, KH Yahya Zainul Ma’arif, atau yang akrab disapa Buya Yahya, sangat menekankan pentingnya menjalani hidup dengan keceriaan.

Baca juga :

Dalam salah satu ceramahnya, Buya Yahya mengajak seluruh umat Islam untuk meneladani gaya hidup Nabi Muhammad SAW yang senantiasa penuh senyum dan kehangatan.

Beliau menjelaskan bahwa gaya hidup Nabi adalah “basam”, yakni wajah yang selalu tampak ceria dan tersenyum, bukan wajah muram yang justru membuat orang di sekitarnya ikut merasakan kesedihan.

Tentu saja, Nabi Muhammad SAW juga pernah merasakan duka. Buya Yahya mencontohkan saat putra beliau, Sayyidina Ibrahim, wafat, Nabi sempat menangis.

Namun, tangisan itu hanyalah sesaat. Setelahnya, wajah beliau kembali memancarkan sosok yang ceria dan optimis dalam melanjutkan dakwah. Hal ini menunjukkan bahwa kesedihan tidak boleh menjadi sifat permanen yang membentuk kepribadian seseorang.

Keceriaan dalam ajaran Islam bukanlah sesuatu yang dangkal atau tanpa makna. Sebaliknya, senyum dan semangat hidup adalah wujud dari keteguhan iman.

Seorang mukmin sejati adalah mereka yang memiliki kemampuan untuk menyimpan kesedihan pribadinya dan tetap menampakkan kebaikan kepada orang lain.

Buya Yahya mengingatkan bahwa setiap manusia pasti pernah mengalami kesedihan, musibah, kehilangan, atau cobaan. Akan tetapi, kesedihan yang terus dipelihara dan tidak dikelola dengan baik justru akan merusak kecerdasan, menurunkan semangat, serta menjebak seseorang dalam prasangka buruk.

Dampak negatif ini tidak hanya berbahaya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi lingkungan sekitarnya. Nabi Muhammad SAW sendiri tidak pernah menjadikan duka sebagai ciri khas pribadinya.

Beliau menyadari bahwa kesedihan adalah bagian dari perjalanan hidup, namun harus dikelola agar tidak menghalangi beliau dalam menjalankan tugas kenabian. Beliau senantiasa menyebarkan salam, menebar senyum, dan menghadirkan kedamaian di tengah masyarakat yang penuh konflik.

Hidup yang baik adalah hidup yang ceria. Wajah yang penuh senyum memiliki kekuatan untuk menyebarkan energi positif dan menyemangati orang lain.

Bahkan, dalam sebuah hadis, Nabi menyebutkan bahwa senyum kepada saudara adalah bentuk sedekah. Kehidupan yang diisi dengan senyum akan menciptakan hubungan sosial yang harmonis.

Seseorang yang ceria cenderung lebih mudah diterima, dipercaya, dan dicintai oleh lingkungannya. Mereka membawa pengaruh baik bagi keluarga, sahabat, dan masyarakat.

Islam bukanlah agama yang mengajarkan kesuraman. Justru, nilai-nilai kegembiraan sangat ditekankan agar umat Islam tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan tangguh.

Dalam menghadapi berbagai ujian hidup, senyum adalah perisai yang sangat ampuh. Oleh karena itu, siapa pun yang tengah diuji, dianjurkan untuk tetap menjaga wajah ceria.

Bukan berarti pura-pura, melainkan sebagai bentuk keikhlasan dan keyakinan teguh bahwa setiap kesulitan pasti akan ada jalan keluarnya. Meneladani Nabi berarti menjadikan semangat dan keceriaan sebagai modal utama dalam berjuang di jalan Allah.

TAGS : Islam Nabi Muhammad SAW Hidup Ceria

Terkini