
Ilustrasi berbakti kepada orang tua
Terasmuslim.com - Dalam dinamika kehidupan modern yang serba cepat, tak sedikit orang terlena hingga lupa akan sosok paling berjasa dalam hidupnya: ibu. Padahal, dalam Islam, kedudukan ibu ditempatkan pada posisi tertinggi bahkan melebihi ayah dalam urusan bakti dan penghormatan.
Islam tidak hanya memuliakan ibu sebagai orang tua, tapi juga menegaskan bahwa jalan menuju surga bisa terbuka berkat keridhaannya. Rasulullah ﷺ dalam banyak kesempatan menunjukkan bahwa kedudukan ibu dalam Islam tak tergantikan oleh apa pun.
Tiga kali lebih utama dari ayah
Salah satu hadis yang paling sering dikutip menyebutkan bahwa ibu lebih berhak atas bakti seorang anak, bahkan tiga kali lebih besar daripada ayah. Ketika seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang siapa yang paling berhak diperlakukan dengan baik, beliau menjawab:
“Ibumu.”
“Lalu siapa?”
“Ibumu.”
“Kemudian?”
“Ibumu.”
“Lalu?”
“Ayahmu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Ini bukan berarti ayah tidak penting, tetapi lebih menyoroti beratnya perjuangan ibu dalam mengandung, melahirkan, menyusui, dan membesarkan anak.
Surga di telapak kaki ibu
Ungkapan ini bukan sekadar kiasan. Rasulullah ﷺ bersabda:
"Surga itu berada di bawah telapak kaki ibu."
(HR. Ahmad dan An-Nasa’i)
Pesan dari sabda ini sangat jelas: ridha ibu sangat menentukan nasib akhirat seorang anak. Maka, siapa pun yang menginginkan surga, wajib menjadikan baktinya kepada ibu sebagai prioritas.
Durhaka kepada ibu termasuk dosa besar
Islam memberikan peringatan keras terhadap anak yang menyakiti atau mengabaikan ibunya. Dalam sebuah hadis disebutkan, durhaka kepada orang tua sejajar dengan dosa besar seperti syirik dan membunuh jiwa tanpa hak.
Bahkan, berkata “ah” saja ungkapan kesal atau jengkel telah dilarang Allah dalam Al-Qur’an:
"Dan janganlah engkau berkata kepada mereka `ah` dan janganlah engkau membentak mereka."
(QS. Al-Isra: 23)
Ibu non-muslim pun harus dihormati
Menariknya, penghormatan kepada ibu dalam Islam tidak berhenti pada perbedaan agama. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Asma’ binti Abu Bakar bertanya kepada Nabi ﷺ apakah ia boleh tetap berbuat baik kepada ibunya yang non-Muslim. Nabi menjawab, “Ya, sambunglah hubungan dengan ibumu.”
Ini membuktikan bahwa ajaran Islam menjunjung tinggi kemuliaan ibu dalam aspek kemanusiaan dan kasih sayang.
Islam menempatkan ibu sebagai sosok yang sangat mulia. Ia adalah sumber cinta, pengorbanan, dan pelajaran hidup. Menyakiti ibu berarti menutup pintu surga, sementara berbakti kepadanya adalah salah satu ibadah terbesar yang bisa mengantarkan seseorang kepada rahmat Allah.
TAGS : Ibu Islam Anak Bakti Berbakti Orang Tua