KEISLAMAN

5 Nikmat di Hari Tasyrik

Yahya Sukamdani| Senin, 09/06/2025
Jangan sia-siakan Hari Tasyrik hanya karena ia tampak tenang dan tanpa perayaan besar Ilustrasi hari Tasyrik (Foto: Ist)

Terasmuslim.com - Setelah gegap gempita Hari Raya Iduladha berlalu, umat Islam memasuki momen sakral yang sering kali terlewatkan: Hari Tasyrik. Tiga hari setelah Iduladha yakni tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijjah bukan sekadar hari biasa. Ia adalah perpanjangan dari hari raya, tempat bersemainya nikmat lahir dan batin yang Allah anugerahkan kepada umat-Nya.

Dari langit spiritualitas hingga ke meja makan, Hari Tasyrik dipenuhi berkah. Dan siapa yang menyadarinya, akan tahu bahwa hari-hari ini pantas untuk dirayakan dengan penuh syukur dan kesadaran.

Nikmat 1: makan dan minum dengan rasa syukur

Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

Baca juga :

"Hari-hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan mengingat Allah."
(HR. Muslim)

Tidak banyak hari dalam Islam yang secara khusus diperintahkan untuk tidak berpuasa, tapi Hari Tasyrik adalah pengecualian. Larangan berpuasa pada hari ini bukan karena larangan semata, tapi karena Allah ingin kita menikmati nikmat-Nya secara nyata: melalui makanan, minuman, dan kebersamaan.

Nikmat 2: takbir dan zikir yang diterima

Hari Tasyrik masih berada dalam naungan semangat kurban. Zikir, takbir, dan tahmid yang kita lantunkan setiap selesai salat fardhu adalah ibadah yang sangat dianjurkan. Inilah momen di mana hati dekat dengan Allah, tanpa tuntutan berat, hanya lantunan pujian dari jiwa yang bersyukur.

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Nikmat 3: waktu luang untuk keluarga dan sesama

Hari Tasyrik memberi waktu yang lapang untuk berkumpul bersama keluarga, menyantap hidangan kurban, dan mengeratkan silaturahmi. Daging kurban yang dibagikan, canda tawa yang dibagikan, semuanya bagian dari nikmat dunia yang terbingkai dalam nuansa ibadah.

Nikmat 4: kesempatan berkurban masih terbuka

Bagi yang belum sempat berkurban di 10 Zulhijjah, Allah masih membuka pintu hingga 13 Zulhijjah. Ini adalah nikmat penangguhan, kesempatan kedua untuk ikut serta dalam pengorbanan dan kebaikan.

Nikmat 5: peluang amal yang berlipat

Meski puasa dilarang, amal lain tetap terbuka: bersedekah, berdoa, membaca Al-Qur’an, memberi makan, menghibur orang lain semua menjadi jalan-jalan pahala yang lapang di hari Tasyrik.

Hari Tasyrik: tiga hari untuk menghidupkan nikmat

Hari-hari ini adalah momentum untuk bersyukur, bersantai, dan mendekatkan diri kepada Allah dengan cara yang ringan dan penuh cinta. Makan menjadi ibadah. Takbir menjadi nafas. Daging kurban menjadi pengikat hati antarsesama.

Jangan sia-siakan Hari Tasyrik hanya karena ia tampak tenang dan tanpa perayaan besar. Justru di balik ketenangannya, tersimpan nikmat-nikmat yang hanya bisa dirasakan oleh hati yang bersyukur.

TAGS : Nikmat hari tasyrik Iduladha Islam

Terkini