
Ilustrasi amalan awal Dzulhijjah (Foto: AI)
Jakarta, Terasmuslim.com - Dalam kalender Islam, 10 hari pertama bulan Dzulhijjah memiliki kedudukan istimewa. Rasulullah SAW bahkan menyebut hari-hari ini sebagai hari terbaik sepanjang tahun, lebih utama dari hari-hari Ramadhan. Namun sayangnya, keistimewaan ini sering terlewatkan begitu saja.
Banyak umat Islam bersemangat mengejar lailatul qadar di bulan Ramadhan, tapi abai terhadap keutamaan sepuluh hari Dzulhijjah. Padahal, amal salih di hari-hari ini lebih dicintai Allah daripada amal pada waktu lainnya, sebagaimana ditegaskan dalam hadis sahih.
Maka, siapa pun yang ingin memanen pahala berlipat dalam waktu singkat, inilah saatnya.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan lebih dicintai untuk beramal salih daripada sepuluh hari ini, maka perbanyaklah padanya tahlil, takbir, dan tahmid.”
(HR. Ahmad)
Ulama menganjurkan untuk memperbanyak bacaan:
Allahu Akbar, La ilaha illallah, Alhamdulillah, Subhanallah, baik setelah salat maupun dalam aktivitas harian.
Puasa Arafah bagi yang tidak berhaji sangat dianjurkan. Keutamaannya luar biasa:
"Puasa Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun setelahnya."
(HR. Muslim)
Selain itu, puasa di sembilan hari pertama juga dianjurkan karena termasuk dalam amal salih yang dicintai Allah.
Menjaga kualitas shalat lima waktu dengan khusyuk, berjamaah di masjid, serta menambah shalat sunnah seperti rawatib, duha, dan tahajud, sangat ditekankan di hari-hari ini.
Memperbanyak sedekah dan membantu sesama termasuk amalan yang sangat dianjurkan. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa setiap amal salih pada hari-hari ini sangat dicintai Allah, dan sedekah adalah amalan besar yang manfaatnya luas.
Memperbanyak tilawah Al-Qur`an merupakan bentuk ibadah lisan yang penuh pahala. Membaca, mentadaburi, dan menghafal ayat-ayat suci selama hari-hari utama ini merupakan investasi akhirat yang besar.
Salah satu amalan terbaik adalah bertobat dengan sungguh-sungguh. Sepuluh hari Dzulhijjah adalah momen yang tepat untuk memperbaiki diri, meninggalkan dosa, dan memohon ampunan Allah dengan taubat nasuha.
Bagi yang memiliki kemampuan finansial, berkurban pada tanggal 10 Dzulhijjah adalah amalan yang sangat dianjurkan. Selain mengikuti jejak Nabi Ibrahim AS, kurban juga menjadi bentuk syukur dan kepedulian sosial.
Menegakkan syiar Iduladha dengan mengumandangkan takbir sejak malam Iduladha hingga akhir hari tasyrik, serta menghadiri shalat Ied dengan niat ibadah dan kebersamaan umat Islam.
Umat Islam dianjurkan untuk mengisi hari-hari ini dengan amal sebanyak-banyaknya, sekecil apa pun bentuknya. Jangan remehkan zikir di sela aktivitas, sedekah seribu rupiah, atau shalat dua rakaat malam.
Di saat manusia berlomba mengisi Ramadhan, mari jangan lewatkan pula sepuluh hari emas yang juga menjadi waktu paling Allah cintai untuk beramal salih.
TAGS : Amalan Dzulhijjah hari Rasulullah SAW