KEISLAMAN

Perlu Tahu Adab Menjalankan Salat Idul Adha Sesuai Sunnah

Yahya Sukamdani| Selasa, 27/05/2025
Salat Idul Adha adalah perayaan ruhiyah yang menyatukan umat dalam semangat ibadah dan pengorbanan.  Ilustrasi shalat Idul Adha (Foto: AI)

Terasmuslim.com - Salat Idul Adha bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia adalah momen penuh makna yang merayakan pengorbanan dan ketundukan Nabi Ibrahim AS serta Nabi Ismail AS kepada perintah Allah SWT. Oleh karena itu, ibadah ini bukan hanya dilaksanakan secara formal, tetapi juga dengan adab yang sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

Umat Islam disunnahkan untuk menghias diri lahir dan batin saat menyambut hari raya kurban. Salat Iduladha menjadi sarana syiar Islam yang besar, di mana seluruh jamaah berkumpul di lapangan terbuka, menyuarakan takbir, lalu menunaikan salat dan mendengarkan khutbah. Di tengah semaraknya perayaan, ada sejumlah adab penting yang tidak boleh dilupakan agar ibadah ini lebih bermakna.

Dari persiapan sebelum salat hingga cara pulang, semua telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Menghidupkan sunnah-sunnah ini bukan hanya menyempurnakan ibadah, tetapi juga menjaga ruh Iduladha agar tetap menjadi momentum spiritual, bukan sekadar tradisi tahunan.

Adab pertama yang dianjurkan adalah mandi dan memakai pakaian terbaik sebelum berangkat salat. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk tampil bersih, rapi, dan wangi, sebagai bentuk penghormatan terhadap hari besar. Meskipun tidak wajib, adab ini menunjukkan kesiapan batin dalam menyambut perjumpaan dengan Allah SWT di tengah ribuan jamaah lainnya.

Baca juga :

Berbeda dengan salat Idulfitri yang disunnahkan makan dulu sebelum salat, pada Iduladha disunnahkan untuk tidak makan terlebih dahulu. Nabi Muhammad ﷺ baru makan setelah pulang dari salat dan menyantap daging sembelihannya. Hal ini menjadi simbol kepasrahan, menahan diri, dan menanti rezeki dari Allah SWT.

Saat berangkat, disunnahkan berjalan kaki ke tempat salat, jika memungkinkan. Di sepanjang jalan, lantunkan takbir dengan suara jelas dan merdu, sebagai bagian dari syiar Islam. Laki-laki dianjurkan mengeraskan takbir, sementara perempuan melakukannya dengan suara lembut. Takbir dimulai sejak malam 10 Dzulhijjah dan terus dilantunkan hingga akhir hari tasyrik.

Salat Iduladha sebaiknya dilaksanakan di lapangan atau tempat terbuka, bukan di masjid, sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Salat ini dilakukan tanpa azan dan iqamah, langsung dimulai oleh imam dengan takbiratul ihram, kemudian diikuti 7 takbir tambahan di rakaat pertama, dan 5 takbir di rakaat kedua.

Setelah salat, jamaah dianjurkan untuk duduk dan mendengarkan khutbah Iduladha, bukan langsung pulang. Dalam khutbah, biasanya disampaikan pesan-pesan tentang keikhlasan, keteladanan Nabi Ibrahim, dan pentingnya berbagi dalam semangat kurban. Ini adalah momen pendidikan spiritual yang sayang jika dilewatkan.

Terakhir, ada sunnah yang sering terlupakan, yakni pulang melalui jalan yang berbeda dari saat datang. Rasulullah SAW melakukan ini sebagai bentuk syiar dan perluasan silaturahmi. Dengan melewati jalan berbeda, lebih banyak orang yang merasakan semangat kebersamaan hari raya.

Salat Iduladha adalah perayaan ruhiyah yang menyatukan umat dalam semangat ibadah dan pengorbanan. Menjaga adab-adabnya berarti menjaga semangat hari raya ini tetap hidup sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW.

TAGS : Shalat Idul Adha adab Islam

Terkini