KEISLAMAN

Jangan Cela Hujan, Ini Larangan Tegas dalam Islam

Yahya Sukamdani| Senin, 19/05/2025
Mencela hujan bisa jadi reaksi spontan, namun jika terus dibiarkan, dapat membentuk kebiasaan buruk dalam menyikapi takdir. Ilustrasi hujan (Foto: AI)

Terasmuslim.com - Hujan sering kali menjadi topik keluhan saat mengganggu aktivitas harian, terutama ketika menyebabkan banjir, macet, atau acara terganggu. Namun, dalam perspektif Islam, mencela hujan bukanlah hal sepele. Tindakan tersebut bahkan termasuk larangan serius karena hujan merupakan bentuk rahmat dari Allah SWT.

Umat Islam diajarkan untuk menerima setiap takdir yang diturunkan oleh Allah, termasuk hujan yang mungkin datang tidak sesuai harapan manusia. Dalam banyak ayat Al-Qur’an dan hadits Nabi Muhammad SAW, disebutkan bahwa hujan adalah nikmat yang seharusnya disambut dengan rasa syukur, bukan keluhan. Maka, mencela hujan sejatinya berarti mencela kehendak Allah.

Larangan ini bukan hanya soal sopan santun dalam beragama, tetapi terkait langsung dengan akidah. Seorang muslim yang mencela hujan sama saja mencela keputusan Allah dalam mengatur alam semesta. Sikap tersebut berpotensi menyeret kepada dosa besar jika dilakukan dengan niat menentang takdir-Nya.

Dalam Al-Qur’an surat Qaf ayat 9, Allah berfirman:
"Dan Kami turunkan dari langit air yang diberkahi, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun dan biji-bijian yang dapat dipanen."
Ayat ini menegaskan bahwa hujan adalah berkah, bukan musibah. Apa pun dampaknya di mata manusia, hujan tetap bagian dari sistem rahmat yang Allah ciptakan untuk makhluk-Nya.

Baca juga :

Lebih lanjut, dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad ﷺ mengingatkan bahaya mencela fenomena alam seperti hujan. Dalam sebuah kisah, seseorang berkata bahwa hujan turun karena bintang tertentu. Nabi menjelaskan bahwa keyakinan semacam itu adalah bentuk kekufuran terhadap Allah dan beriman kepada kekuatan selain-Nya.

Tak hanya itu, para ulama seperti Imam Nawawi menjelaskan bahwa mencela hujan merupakan bentuk ketidaksabaran terhadap qadha dan qadar Allah. Islam menganjurkan agar umatnya bersabar dan bersyukur dalam menghadapi segala bentuk ujian, termasuk cuaca ekstrem atau bencana yang menyertainya.

Sebaliknya, saat hujan turun, Nabi Muhammad SAW justru menganjurkan umat Islam untuk berdoa. Salah satu doa yang dianjurkan adalah:

"Allahumma shayyiban nafi’an"

(Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfaat).
Doa ini menunjukkan bahwa umat Islam seharusnya berharap pada manfaat dari hujan, bukan mencelanya ketika dianggap mengganggu.

Mencela hujan bisa jadi reaksi spontan, namun jika terus dibiarkan, dapat membentuk kebiasaan buruk dalam menyikapi takdir. Sebaiknya, jadikan hujan sebagai pengingat bahwa Allah-lah yang berkuasa atas segala sesuatu. Dengan demikian, setiap tetesan hujan akan terasa sebagai kasih sayang, bukan kutukan.

TAGS : Hujan takdir Islam Nabi Muhammad SAW

Terkini