KEISLAMAN

Jelang Idul Adha 2025, Ini Jadwal dan Keutamaan Puasa Sunnah Dzulhijjah

Vaza Diva Fadhillah Akbar| Sabtu, 10/05/2025
Puasa sunnah di bulan Dzulhijjah adalah amalan yang sangat dianjurkan sebagai bentuk ketaatan dan pendekatan diri kepada Allah SWT. Keutamaannya besar, pahalanya berlimpah, dan waktunya pun sangat terbatas. Ilustrasi seorang Muslim sedang berbuka puasa (Foto: Pexels/Michael Burrows)

Terasmuslim.com - Menyambut Hari Raya Idul Adha, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah, salah satunya adalah melaksanakan puasa sunnah di bulan Dzulhijjah. Di antara puasa yang memiliki keutamaan besar adalah Puasa Arafah, yang dipercaya dapat menghapus dosa dua tahun: setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Pada tahun ini, Idul Adha 1446 H diperkirakan jatuh pada 6 Juni 2025. Maka, puasa Arafah jatuh pada 5 Juni 2025.

Puasa sunnah menjelang Idul Adha menjadi momen penting untuk memperbanyak amal saleh dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain ibadah kurban, puasa sunnah ini juga menjadi salah satu amalan istimewa di bulan yang termasuk dalam empat bulan haram (mulia) dalam Islam.

Agar dapat mempersiapkan diri dengan optimal, berikut ini adalah penjelasan mengenai waktu pelaksanaan, bacaan niat, keistimewaan, serta tips menjalankan puasa sunnah di bulan Dzulhijjah, sebagaimana dihimpun dari berbagai sumber oleh redaksi pada Jumat (9/5/2025).

Awal bulan Dzulhijjah 1446 H diperkirakan dimulai pada 28 Mei 2025. Berdasarkan perhitungan tersebut, berikut perkiraan jadwal puasa sunnah di bulan Dzulhijjah tahun ini:

Baca juga :
  • Puasa awal Dzulhijjah (1–7 Dzulhijjah): 28 Mei – 3 Juni 2025

  • Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah): 4 Juni 2025

  • Puasa Arafah (9 Dzulhijjah): 5 Juni 2025

Catatan: Tanggal-tanggal ini masih bersifat estimasi dan menunggu ketetapan resmi pemerintah tentang awal bulan Dzulhijjah.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW menyampaikan bahwa tidak ada amal yang lebih dicintai Allah dibanding amal yang dikerjakan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Ini menunjukkan bahwa puasa dan amalan lainnya di hari-hari tersebut memiliki nilai pahala yang sangat besar.

Puasa pada 1–7 Dzulhijjah menjadi bagian dari amalan utama tersebut. Puasa ini tidak hanya meningkatkan ketakwaan, tetapi juga melatih jiwa untuk bersabar dan ikhlas dalam beribadah.

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِي الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

 Nawaitu shauma syahri Dzul Hijjah sunnatan lillahi ta’ala
Artinya: Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala.

Puasa Tarwiyah dikerjakan pada tanggal 8 Dzulhijjah. Istilah "Tarwiyah" merujuk pada peristiwa ketika Nabi Ibrahim AS mendapatkan isyarat dari Allah SWT melalui mimpi mengenai perintah penyembelihan putranya, Ismail AS. Momen ini menjadi awal dari rangkaian ibadah kurban.

Menurut sebagian riwayat, puasa Tarwiyah memiliki keutamaan seperti pahala puasa selama satu tahun penuh, meskipun derajat haditsnya masih diperdebatkan. Namun, semangat dan niat ibadah tetap menjadi hal utama.

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

 Nawaitu shauma Tarwiyah sunnatan lillahi ta’ala
Artinya: Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.

Puncak dari puasa sunnah Dzulhijjah adalah puasa Arafah yang dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah atau sehari sebelum Idul Adha. Rasulullah SAW bersabda, “Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim)

Namun, bagi mereka yang sedang menunaikan ibadah haji, tidak dianjurkan untuk berpuasa Arafah, karena mereka sedang melaksanakan wukuf di Padang Arafah yang membutuhkan tenaga dan fokus.

Agar puasa sunnah ini berjalan dengan penuh makna, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:

  • Niatkan puasa hanya karena Allah SWT, bukan sekadar ikut-ikutan

  • Perbanyak dzikir dan membaca Al-Qur’an selama berpuasa

  • Jaga lisan dan perbuatan dari hal-hal yang membatalkan pahala

  • Hindari aktivitas berat agar tidak mudah lelah

  • Siapkan sahur yang bergizi dan cukup air untuk menjaga stamina

 

TAGS : Puasa Sunnah Idul Adha Arafah Ibadah

Terkini