KEISLAMAN

Perlu Tahu Bentuk Kesyirikan yang Tidak Disadari

Yahya Sukamdani| Minggu, 27/04/2025
Syirik adalah dosa terbesar dalam Islam. Ilustrasi syirik (Foto: Ist)

Terasmuslim.com - Bentuk kesyirikan yang tidak disadari merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim, karena syirik adalah dosa terbesar dalam Islam. Bahkan dalam Al-Qur`an, Allah SWT menegaskan bahwa dosa syirik tidak akan diampuni jika pelakunya tidak bertobat sebelum wafat:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan-Nya, dan Dia mengampuni dosa selain dari itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya.”
(QS. An-Nisa: 48)

Syirik tersembunyi (الشرك الخفي) bisa menjangkiti hati tanpa disadari, bahkan oleh orang yang ahli ibadah sekalipun. Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil.” Para sahabat bertanya: “Apakah syirik kecil itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Riya.”
(HR. Ahmad, no. 23630, dinilai hasan oleh al-Albani)

Baca juga :

Mari kita uraikan beberapa bentuk kesyirikan yang tidak disadari oleh banyak orang:

  1. Riya’ (Pamer Ibadah)

Ini adalah syirik kecil yang paling sering terjadi. Riya’ berarti melakukan ibadah bukan semata-mata karena Allah, melainkan agar dipuji atau dilihat manusia. Misalnya, seseorang memperpanjang bacaan shalat karena merasa sedang dilihat orang lain.

Dalam QS. Al-Ma’un: 4-6, Allah berfirman:
“Maka celakalah orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, yang berbuat riya.”

  1. Percaya pada Ramalan atau Zodiak

Sebagian orang membaca ramalan bintang atau horoskop hanya "untuk hiburan", padahal dalam Islam, meyakini kebenaran hal tersebut bisa termasuk kesyirikan.

Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa mendatangi tukang ramal, lalu membenarkan apa yang dikatakannya, maka ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad.”
(HR. Ahmad dan Abu Dawud)

  1. Memakai Jimat dan Azimat

Memakai benda-benda yang diyakini bisa menolak bala atau mendatangkan keberuntungan—selain dari Allah—termasuk syirik. Meskipun jimat itu berisi ayat Al-Qur’an, jika diyakini benda itu sendiri yang memberi manfaat, maka itu bisa jatuh ke dalam syirik.

Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Barang siapa menggantungkan tamimah (jimat), maka ia telah berbuat syirik.”
(HR. Ahmad, no. 17440)

  1. Mengucapkan atau Meyakini Kalimat yang Menyamai Kekuasaan Allah

Contohnya adalah mengatakan, “Kalau bukan karena dokter itu, saya sudah mati,” atau “Untung ada dia, kalau tidak, saya celaka!”
Jika tanpa menyandarkan pada kehendak Allah, ini bisa masuk dalam bentuk kesyirikan kecil. Yang benar adalah menambahkan, “atas izin Allah” atau “dengan kehendak Allah.”

  1. Menggantungkan Harapan atau Ketakutan Berlebih kepada Makhluk

Seperti terlalu takut pada bos, penguasa, atau jin hingga kehilangan tawakal kepada Allah. Atau terlalu berharap pada manusia untuk memberi rezeki atau menolong, seakan-akan mereka-lah penentu takdir.

Padahal dalam QS. At-Talaq: 3, Allah berfirman:
“Barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.”

  1. Mencari Rezeki dengan Cara Syirik

Misalnya, membuka usaha dengan ritual pesugihan, sesajen kepada makhluk gaib, atau menyembelih hewan bukan atas nama Allah. Ini bisa menjadi syirik besar jika dilakukan dengan keyakinan bahwa selain Allah dapat memberi manfaat atau mudarat.

  1. Menganggap Diri Sendiri Sumber Segalanya

Ucapan seperti, “Saya sukses karena saya kerja keras, bukan karena doa-doa itu,” dapat mencerminkan bentuk kesombongan yang mengikis tauhid, seakan-akan keberhasilan hanya dari dirinya sendiri, bukan atas kehendak Allah.

Syirik bukan hanya menyembah berhala atau menyekutukan Allah secara terang-terangan. Banyak bentuknya yang tersembunyi dalam niat, ucapan, dan keyakinan kita sehari-hari. Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap Muslim untuk terus memperbaiki tauhid, menguatkan ikhlas, serta memohon kepada Allah agar dijauhkan dari syirik yang tampak maupun yang tersembunyi.

Nabi Muhammad SAW sendiri berdoa:
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari mempersekutukan-Mu dengan sesuatu, sedang aku mengetahuinya. Dan aku memohon ampunan-Mu dari apa yang tidak aku ketahui.”
(HR. Ahmad)

 

TAGS : Dosa syirik Islam Rasulullah SAW

Terkini