KEISLAMAN

Gempa Myanmar 2025, Isyarat Kiamat dalam Hadis?

Vaza Diva Fadhillah Akbar| Minggu, 06/04/2025
Dalam pandangan Islam, musibah seperti gempa bumi bukan hanya peristiwa alam, tetapi juga bagian dari tanda kekuasaan Allah SWT.  Ilustrasi Gempa yang terjadi di wilayah Myanmar (Foto: Tirto)

Terasmuslim.com - Myanmar diguncang gempa bumi kuat berkekuatan 7,7 magnitudo pada Jumat, 28 Maret 2025. Episentrum gempa berada tak jauh dari Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar. Guncangan ini merusak ribuan bangunan dan menelan banyak korban jiwa.

Mengutip laporan dari Global Liputan6.com, hingga Kamis, 3 April 2025, jumlah korban meninggal mencapai 3.085 orang, dengan 4.715 korban luka-luka dan 341 orang lainnya dinyatakan hilang. Tak hanya bangunan tempat tinggal, empat rumah sakit dilaporkan runtuh total, serta sejumlah jembatan mengalami kerusakan parah.

Dalam pandangan Islam, musibah seperti gempa bumi bukan hanya peristiwa alam, tetapi juga bagian dari tanda kekuasaan Allah SWT. Al-Qur’an dan hadis menyebutkan gempa sebagai bagian dari takdir dan sekaligus peringatan bagi umat manusia.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hadid ayat 22:

Baca juga :

مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍۢ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا فِىٓ أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِى كِتَٰبٍۢ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَآ ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٌ

"Tiada suatu musibah pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri, melainkan telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah." (QS. Al-Hadid: 22)

Nabi Muhammad ﷺ juga telah bersabda tentang gempa sebagai tanda menjelang hari Kiamat:

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَكْثُرَ الزَّلَازِلُ

"Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga banyak terjadi gempa bumi." (HR. Bukhari)

Dalam hadis lain, disebutkan bahwa sebelum Kiamat akan terjadi gempa bumi yang beruntun selama bertahun-tahun. Diriwayatkan dari sahabat Salamah bin Nufail رضي الله عنه:

كُنَّا جُلُوسًا عِندَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ... وَبَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ مُوتَانٌ شَدِيدٌ وَبَعْدَهُ سَنَوَاتُ الزَّلَازِلِ

"Kami pernah duduk bersama Rasulullah ﷺ… dan sebelum Kiamat akan ada dua kematian besar, lalu setelahnya akan datang tahun-tahun gempa bumi." (HR. Ibnu Majah, shahih)

Ulama besar Ibnu Hajar Al-Asqalani juga menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan "banyaknya gempa" adalah terjadinya secara meluas dan terus-menerus:

قد وقع في كثير من البلاد الشمالية والشرقية والغربية كثير من الزلازل، ولكن الذي يظهر أن المراد بكثرتها: شمولها، ودوامها

"Sungguh gempa telah banyak terjadi di negara-negara bagian utara, timur, dan barat. Namun yang dimaksud banyak di sini adalah bahwa gempa mencakup secara menyeluruh dan terjadi terus-menerus." (Fathul Bari, 31/93-94)

Dalam hadis lain, Rasulullah ﷺ memberi peringatan keras tentang datangnya masa-masa penuh bencana saat kekhalifahan berpindah ke tanah suci:

وَضَعَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَيْهِ عَلَى رَأْسِي فَقَالَ: يَا ابْنَ حَوَالَةَ، إِذَا رَأَيْتَ الْخِلَافَةَ قَدْ نَزَلَتِ الأَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ، فَقَدْ دَنَتِ الزَّلاَزِلُ وَالْبَلاَيَا وَالأُمُورُ الْعِظَامُ، وَالسَّاعَةُ يَوْمَئِذٍ أَقْرَبُ إِلَى النَّاسِ مِنْ يَدَيَّ هَذِهِ مِنْ رَأْسِكَ

"Rasulullah ﷺ meletakkan kedua tangannya di atas kepalaku, lalu beliau berkata: `Wahai Ibnu Hawalah! Jika kamu melihat kekhalifahan telah berpindah ke tanah suci, maka saat itulah telah dekat gempa, bencana besar, dan masalah-masalah yang berat. Hari Kiamat pada saat itu lebih dekat kepada manusia dibanding jarak tanganku ini ke kepalamu.`" (HR. Ahmad, shahih)

Bencana alam seperti gempa hendaknya menjadi peringatan dan bahan introspeksi bagi umat manusia. Jangan sampai hanya melihatnya sebagai peristiwa fisik tanpa makna spiritual. Islam mengajarkan agar setiap musibah disikapi dengan kesabaran, taubat, dan ketaatan kepada Allah SWT.

TAGS : Gempa Myanmar Tanda Kiamat Lindu

Terkini