KEISLAMAN

Awas, Fenomena Setan Viral Dalam Konten dan Berita

Vaza Diva Fadhillah Akbar| Selasa, 01/04/2025
Di era digital saat ini, konten dan viralitas seakan menjadi tujuan utama banyak orang. Namun, apakah semua konten yang beredar benar-benar memiliki niat yang baik? Buya Yahya (Foto: liputan6)

Terasmuslim.com - Di era digital saat ini, konten dan viralitas seakan menjadi tujuan utama banyak orang. Dengan kemudahan akses teknologi dan media sosial, siapa saja bisa membuat dan menyebarkan informasi dengan cepat. Namun, apakah semua konten yang beredar benar-benar memiliki niat yang baik?

Dalam sebuah video di kanal YouTube @buyayahyaofficial, Buya Yahya menyampaikan pesan mendalam mengenai maraknya setan viral dan setan konten yang mengaburkan esensi dari kebenaran dan niat dalam pembuatan konten.

Buya Yahya menyoroti bagaimana banyak orang kini lebih mementingkan sensasi daripada substansi. "Sekarang ini banyak berita dibuat bukan untuk menyampaikan kebenaran, tapi demi viral," ujarnya.

Fenomena ini, menurutnya, menjerumuskan banyak orang ke dalam praktik yang tidak sehat. Demi kepentingan pribadi, kebenaran sering kali dikorbankan. "Kita tidak lagi peduli dengan fakta, yang penting konten laku, ramai, dan menghasilkan keuntungan," tambahnya.

Baca juga :

Salah satu contoh yang disampaikan Buya Yahya adalah bagaimana kemiskinan sering dijadikan bahan konten. "Memotret atau merekam orang fakir bisa punya dua sisi. Jika tujuannya untuk mengajak orang lain membantu, itu baik. Tapi kalau hanya demi konten dan keuntungan pribadi, itu tidak benar," jelasnya.

Ia mengingatkan agar orang lebih berhati-hati dalam membuat dan menyebarkan konten. Jika niatnya baik, maka konten tersebut bisa membawa manfaat. Namun, jika hanya mengejar popularitas tanpa mempertimbangkan dampaknya, itu bisa menjadi masalah.

Buya Yahya juga menekankan bahwa niat adalah hal yang paling penting. "Kalau seseorang membuat konten dengan niat baik dan ada manfaatnya, seperti mengajak membantu sesama, maka itu hal yang baik," katanya.

Namun, ia mengingatkan bahwa ketika konten dibuat hanya untuk keuntungan semata tanpa peduli kebenaran, itu justru menjadi penyakit dalam masyarakat. "Kalau semua berita hanya demi viral dan komentar asal-asalan, ini yang menjadi masalah besar," tegasnya.

Buya Yahya mengajak semua orang untuk lebih introspektif dalam bermedia sosial. Ia mengingatkan bahwa niat baik akan membawa manfaat, sementara niat buruk hanya akan menambah kerusakan.

"Hati-hati dalam menyebarkan sesuatu. Jangan sampai kita terjebak dalam tren viral yang hanya menguntungkan diri sendiri tanpa memikirkan dampaknya bagi orang lain," pungkasnya.

 

TAGS : Konten Viral Buya Yahya Setan Media Sosial

Terkini