
Ilustrasi (Foto: Inewsid)
Terasmuslim.com - Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan, yang durasi puasanya bergantung pada waktu terbit dan terbenamnya matahari di masing-masing wilayah. Di beberapa negara, waktu puasa bisa lebih pendek, sekitar 11–12 jam, tetapi di wilayah lain, umat Muslim harus berpuasa lebih dari 20 jam sehari.
Pada Ramadan tahun ini, negara dengan durasi puasa terlama adalah Islandia, Norwegia, dan Finlandia. Di kota-kota seperti Reykjavik (Islandia), Tromsø (Norwegia), dan Rovaniemi (Finlandia), umat Islam bisa berpuasa hingga 20-22 jam karena matahari hanya terbenam selama beberapa jam atau bahkan tidak tenggelam sama sekali di musim panas.
Di Islandia, misalnya, waktu sahur bisa dimulai sekitar pukul 02.00 dini hari, sementara waktu berbuka baru tiba sekitar pukul 22.00 atau lebih malam. Kondisi serupa juga terjadi di beberapa wilayah utara Kanada dan Rusia, di mana fenomena "Midnight Sun" atau matahari yang hampir tidak tenggelam terjadi pada musim panas.
Sebaliknya, di belahan bumi selatan seperti Argentina, Chile, dan Selandia Baru, durasi puasa cenderung lebih pendek, sekitar 11-12 jam, karena Ramadan bertepatan dengan musim gugur atau dingin, di mana siang hari lebih singkat.
Bagi Muslim yang tinggal di negara dengan waktu puasa ekstrem, beberapa ulama memberikan solusi dengan mengizinkan mereka mengikuti jadwal puasa negara terdekat yang memiliki waktu siang dan malam lebih seimbang, seperti Mekah atau negara-negara Timur Tengah.
Meskipun memiliki tantangan besar, umat Islam di negara-negara dengan durasi puasa panjang tetap menjalankan ibadah dengan penuh semangat dan keikhlasan. Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi momen untuk meningkatkan ketakwaan dan kebersamaan, di mana pun mereka berada.
TAGS : Puasa terlama Negara Bulan Ramadan