KEISLAMAN

Bolehkah Berpuasa Ramadan Jika Masih Memiliki Hutang Puasa Qadha?

Vaza Diva Fadhillah Akbar| Rabu, 19/03/2025
Menjelang datangnya bulan Ramadan, banyak umat Islam yang masih memiliki hutang puasa dari tahun sebelumnya. Ilustrasi (Foto: tribunjabar)

Terasmuslim.com - Menjelang datangnya bulan Ramadan, banyak umat Islam yang masih memiliki hutang puasa dari tahun sebelumnya. Hal ini bisa terjadi karena berbagai alasan, seperti sakit, haid, nifas, atau kondisi tertentu yang membolehkan seseorang tidak berpuasa. 

Pertanyaan yang sering muncul adalah apakah seseorang tetap boleh menjalankan puasa Ramadan berikutnya jika masih memiliki puasa qadha yang belum diganti?

Dalam Islam, puasa Ramadan yang tertinggal wajib diganti sebelum memasuki Ramadan berikutnya. Hal ini didasarkan pada perintah dalam Al-Qur`an yang menyebutkan bahwa siapa pun yang tidak dapat berpuasa karena suatu alasan, harus menggantinya di lain waktu. 

Namun, jika seseorang belum mengqadha puasanya hingga Ramadan berikutnya tiba, ia tetap diperbolehkan untuk berpuasa Ramadan seperti biasa.

Baca juga :

Jika seseorang menunda qadha tanpa alasan yang sah hingga melewati satu tahun penuh, selain tetap wajib mengganti puasa tersebut, ia juga dianjurkan untuk membayar fidyah. Fidyah ini diberikan dalam bentuk makanan kepada fakir miskin sesuai dengan jumlah hari puasa yang belum diganti. 

Kemudian, jika keterlambatan tersebut disebabkan oleh alasan yang diperbolehkan, maka kewajiban fidyah tidak berlaku.

Untuk menghindari penumpukan hutang puasa, sebaiknya qadha dilakukan sesegera mungkin sebelum datangnya Ramadan berikutnya. Dengan demikian, ibadah puasa dapat dijalankan dengan tenang tanpa adanya tanggungan yang masih belum tertunaikan.

TAGS : Ramadan Qadha Puasa Al-Qur`an

Terkini