NEWS

Menag: Tanpa Niat, Puasa Hanya Sekadar Diet

Vaza Diva Fadhillah Akbar| Sabtu, 01/03/2025
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan ceramah pada malam pertama Shalat Tarawih Ramadan 1446 H di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Jumat (28/2). Malam pertama Shalat Tarawih Ramadan 1446 H di Masjid Istiqlal, Jakarta (Foto: Kemenag)

Terasmuslim.com - Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan ceramah pada malam pertama Shalat Tarawih Ramadan 1446 H di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Jumat (28/2). Dalam tausiyahnya, Menag menekankan bahwa niat merupakan hal utama dalam menjalankan ibadah, terutama puasa Ramadan.

"Saya ingin mengingatkan, karena ini masih awal Ramadan. Segala bentuk ibadah harus disertai niat yang jelas. Jika seseorang menahan lapar tanpa niat puasa, itu hanya sekadar diet. Jika seseorang melaksanakan sholat tanpa niat, itu hanyalah aktivitas fisik. Niat adalah inti dari ibadah. Jika terlupa, itu akan menjadi masalah dalam ibadah kita," ujar Nasaruddin Umar, yang juga menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal.

Di hadapan ribuan jamaah, Menag mengingatkan pentingnya memperbaiki niat dalam menjalankan ibadah. Dalam kajian fikih, setiap bentuk ibadah harus diawali dengan niat yang benar.

"Menurut Imam Syafi`i, niat puasa harus dilakukan pada malam hari sebelum masuk waktu Subuh. Jangan membiasakan berniat saat sahur karena itu sudah masuk waktu pagi. Pastikan setiap malam kita berniat berpuasa. Ingatkan keluarga masing-masing agar mereka juga melakukannya. Jadilah mubaligh dan guru di rumah sendiri," kata Menag.

Baca juga :

Menag juga menyampaikan pandangan mazhab lain, seperti Imam Abu Hanifah, yang berpendapat bahwa niat puasa cukup dilakukan sekali di awal Ramadan dan tetap berlaku untuk satu bulan penuh. Pendapat ini bisa menjadi solusi bagi mereka yang khawatir terlupa berniat setiap malam.

Selain itu, Menag mengajak umat Islam memanfaatkan momentum Ramadan untuk melakukan hal-hal besar yang berdampak positif dalam kehidupan.

"Kita harus memanfaatkan awal Ramadan dengan baik. Ini saat yang tepat untuk memulai kebiasaan baru, seperti meningkatkan ibadah, mengkhatamkan Al-Qur’an, atau memulai proyek besar, baik dalam bidang sosial, bisnis, maupun budaya. Sejarah telah membuktikan bahwa banyak peristiwa besar dalam Islam terjadi di bulan Ramadan," tambahnya.

Menag menekankan bahwa Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga waktu yang tepat untuk melahirkan gagasan dan aksi monumental. Seperti turunnya Al-Qur`an pada malam Nuzulul Qur`an yang menjadi titik awal kenabian dan kerasulan Muhammad SAW, banyak momen penting dalam sejarah Islam juga terjadi di bulan suci ini.

"Bulan Ramadan adalah waktu yang penuh berkah. Maka, jika memiliki rencana besar, niatkan dan mulai di bulan ini," tutupnya.

TAGS : Menag Ramadan puasa

Terkini