KEISLAMAN
Siapa Saja Mahram dan Non Mahram Dalam Islam
Yahya Sukamdani| Jum'at, 14/02/2025
Ilustrasi mahram dan non mahram
Teras muslim.com - Dalam Islam, mahram dan non-mahram mengacu pada hubungan seseorang dengan orang lain terkait hukum interaksi, seperti boleh bersentuhan, menampakkan aurat, atau menikah. Berikut penjelasannya:
1. Pengertian Mahram
Mahram adalah orang yang haram dinikahi selamanya karena hubungan darah, pernikahan, atau persusuan.
Mahram Berdasarkan Hubungan Darah:
- Ayah dan kakek (dari pihak ibu atau ayah)
- Anak laki-laki dan cucu laki-laki
- Saudara kandung laki-laki
- Paman (saudara ayah atau ibu)
- Keponakan laki-laki (anak dari saudara kandung)
Mahram Karena Pernikahan:
- Mertua
- Anak tiri (dengan syarat sudah melakukan hubungan suami-istri dengan ibunya)
- Menantu
- Ibu tiri
Mahram Karena Persusuan (Jika Disusui 5 kali atau lebih sebelum usia 2 tahun):
- Saudara sesusuan
- Ibu susuan dan ayah susuan
- Anak susuan
Non-mahram adalah orang yang boleh dinikahi sehingga harus menjaga interaksi dan aurat. Contoh non-mahram:
- Sepupu
- Teman laki-laki atau perempuan
- Ipar (kecuali suami atau istri)
- Tetangga atau orang lain yang tidak memiliki hubungan mahram
3. Hukum Interaksi dengan Mahram dan Non-Mahram
-
Mahram:
- Boleh berduaan (khalwat) dan menampakkan aurat yang wajar (seperti kepala, lengan, betis).
- Tidak ada batasan dalam bersalaman atau bersentuhan.
-
Non-Mahram:
- Tidak boleh bersentuhan atau berduaan (khalwat).
- Harus menjaga aurat, yaitu seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan bagi wanita.
- Menjaga pandangan dan adab dalam berbicara.
TAGS : Mahram Islam