KISAH

Perjalanan Nabi Musa AS yang Paling Sering Diulang dalam Al-Qur`an

Vaza Diva Fadhillah Akbar| Senin, 10/02/2025
Kisah ini menjadi salah satu yang paling sering diulang dalam Al-Qur`an karena relevansinya dalam kehidupan manusia. Ilustrasi (Foto: Sindonews)

Terasmuslim.com - Kisah Nabi Musa AS adalah salah satu kisah yang paling sering diulang dalam Al-Qur`an. Kisah ini bukan hanya sekadar sejarah, tetapi juga sarat dengan pelajaran moral, keteguhan iman, dan keadilan Ilahi. 

Dari kelahirannya yang penuh mukjizat hingga perjuangannya menghadapi Firaun, perjalanan Nabi Musa menjadi inspirasi bagi umat Islam hingga saat ini.

Pada masa itu, Mesir diperintah oleh Raja Firaun yang kejam. Ia merasa terancam dengan ramalan bahwa akan lahir seorang anak laki-laki dari Bani Israil yang akan menggulingkan kekuasaannya. Untuk mencegah hal itu, Firaun memerintahkan pembunuhan terhadap setiap bayi laki-laki yang lahir dari Bani Israil.

Namun, Allah SWT memiliki rencana lain. Ibu Nabi Musa, atas petunjuk Ilahi, menghanyutkan bayinya ke Sungai Nil dalam sebuah peti. Bayi tersebut akhirnya ditemukan oleh istri Firaun, Asiah, yang kemudian mengadopsinya dan membesarkannya di dalam istana. 

Baca juga :

Dengan kebesaran Allah, Nabi Musa tetap bisa disusui oleh ibunya sendiri yang akhirnya dipanggil ke istana untuk menjadi ibu susunya.

Setelah tumbuh dewasa, Nabi Musa mengalami berbagai peristiwa yang membuatnya harus meninggalkan Mesir dan mengungsi ke Madyan. Di sana, ia bertemu dengan Nabi Syuaib dan menikahi salah satu putrinya. 

Setelah bertahun-tahun di Madyan, Nabi Musa menerima wahyu pertama di Gunung Sinai. Allah SWT memerintahkannya untuk kembali ke Mesir dan menyeru Firaun agar beriman kepada Allah.

Nabi Musa kemudian kembali ke Mesir bersama saudaranya, Nabi Harun AS, yang ditunjuk sebagai pendampingnya dalam berdakwah. Dengan keberanian dan keimanan yang kuat, mereka menemui Firaun dan menyerunya agar menghentikan kesewenang-wenangan terhadap Bani Israil. Namun, Firaun menolak dan bahkan menantang Nabi Musa dengan tukang sihirnya.

Untuk membuktikan kebenaran risalahnya, Allah memberikan berbagai mukjizat kepada Nabi Musa, termasuk tongkat yang bisa berubah menjadi ular dan tangannya yang bercahaya. Para penyihir Firaun yang awalnya berusaha mengalahkan Nabi Musa akhirnya menyadari kebenaran ajarannya dan beriman kepada Allah. Hal ini semakin membuat Firaun murka dan meningkatkan penindasan terhadap Bani Israil.

Dengan petunjuk Allah, Nabi Musa memimpin kaumnya untuk keluar dari Mesir. Saat mereka dikejar oleh pasukan Firaun di tepi Laut Merah, mukjizat besar terjadi. Nabi Musa, atas perintah Allah, memukulkan tongkatnya ke laut, yang kemudian terbelah, memberikan jalan bagi Bani Israil untuk menyeberang. Ketika Firaun dan pasukannya mencoba mengejar, laut kembali menutup dan menenggelamkan mereka.

 

TAGS : Islam Nabi Musa AS Al-Qur`an

Terkini